Hasyim Muzadi Mulai Dijagokan Pimpin PPP

TEMPO Interaktif, Jakarta: Gagalnya Partai Persatuan Pembangunan memperoleh suara sesuai target dalam pemilihan umum legislatif dan presiden, membuat posisi Ketua Umum DPP PPP Hamzah Haz terancam. Nama Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi mulai ramai disebut-sebut bakal menggantikan Hamzah.

Anggota Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PPP Zein Badjeber menyatakan, meski peluang Hasyim tergantung di cabang-cabang, namun kansnya cukup besar memimpin partai berlambang ka'bah tersebut. "Apalagi kalau terpilih sebagai wakil presiden, kansnya akan semakin besar," kata Zein kepada Tempo News Room, di Jakarta, Senin (12/7).

Di PPP, kata Zein, orang baru sekalipun seperti Yunus Yosfiah bisa masuk ke lingkaran partai bahkan duduk dalam kepengurusan inti DPP. Kedudukan Yunus menurut dia malah mampu menggeser para pendiri partai seperti dirinya, Ismail Hasan Metarium (Buya) dan para pengurus lainnya.

Hal yang memungkinkan Hasyim bisa diterima menjadi orang nomor satu di PPP. Selain pernah menjadi Ketua Cabang PPP Malang, Hasyim juga pernah menjadi anggota DPRD Malang dan juru kampanye PPP untuk Jawa Timur. "Jadi Kiai Hasyim sebenarnya orang lama PPP," ujarnya.

Ditanya posisi Hamzah sendiri, Zein menganggap pergantian ketua umum sangat penting dan hal itu merupakan salah satu bentuk pertanggung jawaban pengurus. Apalagi keputusan DPP dalam pemilu legislatif dan presiden dianggapnya tidak arif dalam membaca penyerahan mandat dari Musyawarah Kerja Nasional. Tidak arifnya, terutama dalam membaca situasi dan memaksakan diri dalam posisi tidak siap segala-galanya.

Zein sendiri menganggap Hamzah dipaksa partai dalam soal pencalonan presiden. Sebab dirinya sendiri tahu kalau Hamzah tidak bersedia mencalonkan diri kalau partainya memperoleh di bawah 20 persen saat pemilu legislatif. Untuk, tanggung jawabnya harus dipikul semua pimpinan partai. "Secara pribadi Hamzah sendiri jika dianggap gagal akan mundur sebagai ketua umum terlebih setelah tidak mencapai target."

Soal proses penggantiannya, menurut Zein tidak perlu dalam bentuk Muktamar Luar Biasa, namun berupa penjadualan muktamar yang jauh dari kesibukan persiapan pemilu. Hal itu, kata Zein, merupakan keputusan khusus muktamar dan bukan berarti muktamar yang dipercepat.

Anggota Tim Sukses Hasyim Muzadi Halim Mahfudz saat dihubungi mengatakan, Hasyim Muzadi saat ini belum memikirkan hal lain kecuali konsentrasi dalam hal pemilihan presiden. "Kita fokus ke hal itu dulu saja," kata dia.

Di luar itu, Halim menganggap dirinya belum tahu banyak informasi dijagokannya Hasyim menjadi pimpinan PPP. Bahkan dia mengaku baru mengetahui hal itu saat ini. "Kalau Pak Hasyim sendiri saya belum tahu pasti, tapi bisa kok ditanyakan langsung saat ada waktu luang," katanya.

Ecep S. yasa – Tempo News Room