Dili rusuh, 26 Luka-luka, 31 ditahan
TEMPO Interaktif, Dili:26 orang demonstran dari kelompok pro reformasi Timor Leste terpaksa harus dirawat di Rumah Sakit Nasional Dili lantaran menderita luka memar dan patah kaki terkena pukulan satuan polisi anti huru-hara Timor Leste saat membubarkan demonstrasi di halaman depan Palacio do Governo (Istana pemerintahan) Timor Leste, Selasa (20/7).
Selain 26 korban luka memar, pengunjuk rasa, wartawan, pedagang kaki lima dan mahasiswa yang kebetulan berada di dekat lokasi tempat berlangsungnya demo terpaksa berhamburan menyelamatkan diri dari kepungan gas air mata yang dilemparkan satuan polisi anti huru-hara negara itu.
Perdana Menteri Timor Leste, Mari Alkatiri dalam keterangan persnya mengatakan, polisi terpaksa mengerahkan satuan polisi anti huru-hara untuk membubarkan massa pendemo.
Alkatiri juga menuduh, kelompok pendemo telah ditunggangi kepentingan para elit politik kelompok oposisi untuk menggulingkan pemerintahan yang dipimpinnya. "Dari sejumlah laporan yang saya terima, demonstrasi ini telah ditunggangi kepentingan elit politik oposisi yang ingin menggulingkan pemerintahan Fretilin," tegasnya.
Suara tembakan dari senjata yang dikeluarkan polisi sempat membuat panik para pegawai pemerintah yang berhamburan keluar dari Palacio Do Governo. Sejumlah toko di kawasan pertokoan Kolmera terpaksa ditutup pemiliknya.
Suasana ibukota Timor Leste baru nampak tenang Selasa siang. Sumber Tempo News Room mengatakan, ada kemungkinan aksi ini akan berlanjut pada beberapa mendatang. "Demonstrasi mendatang akan menurunkan jumlah massa yang lebih banyak lagi. Tujuannya, untuk menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Mari Alkatiri yang selama ini terkesan arogan dan tidak demokratis," kata sumber itu.
Hingga Selasa siang, pihak Kepolisian Nasional Timor Leste mengkonfirmasikan adanya penangkapan terhadap 31 demonstran di kota Dili dan sekitarnya. "Mereka kini tengah diperiksa penyidik kepolisian," kata Deputy Operasi Kepolisian Timor Leste, Inspektur Ismael Babo.
Alexandre Assis - Tempo News Room