indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Penderita HIV/AIDS di Jawa Barat Bertambah 88 Orang


TEMPO Interaktif, Bandung:Jumlah penderita Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) dan Human Immunodeficiensy Virus (HIV) di Jawa Barat bertambah lagi. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat sampai Juni lalu ada 936 orang. Padahal sampai Maret 2004, tercatat ada 848 orang. Berarti dalam tiga bulan, jumlah penderita telah bertambah 88 orang.

Penambahan ini relatif kecil dibandingkan penambahan pada tiga bulan pertama tahun 2004 ini. Sampai akhir tahun lalu, ada 719 orang yang terkena virus ini, 46 di antaranya positif terkena AIDS. Berarti sejak Januari sampai Maret 2004 ada penambahan sebanyak 129 orang, atau rata-rata 40 orang per bulan.

Sampai akhir Juni lalu, Kota Bandung masih menempati urutan pertama dengan jumlah penderita AIDS 54 orang, bertambah tiga orang sejak Maret 2004. Sedangkan yang terjangkit HIV masih tetap 297 orang. Peringkat ini diikuti oleh Kabupaten Tasikmalaya dengan penderita HIV sebanyak 90 orang, kemudian Kota Bekasi dengan penderita AIDS 9 orang dan HIV 80 orang.

"Hanya Kota Banjar yang belum memberikan laporannya. Jadi kami belum bisa memastikan apakah ada yang terjangkit di sana dan berapa jumlahnya," ujar Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Jawa Barat Setia Hidayat, Rabu (28/7) di Bandung.

Dari 936 orang ini, kata Setia, yang terkena HIV sebanyak 846 orang dan 90 orang sisanya positif terkena AIDS. Ironisnya, "Setengah dari penderita AIDS itu sudah meninggal," ujar Fatimah Resmiati, Kepala Sub Dinas Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Jawa Barat.

Setia mengaku pihaknya sangat serius menangani kasus HIV/AIDS di Jawa Barat ini. Salah satunya, kata Setia, dengan mengikuti Konferensi Internasional HIV/AIDS di Bangkok tanggal 13-17 Juli lalu. "Hasilnya bisa jadi masukan bagi kami bahkan sampai tingkat kota dan kabupaten," ujarnya.

Selain itu, kata Setia, pihaknya masih mengupayakan bantuan gratis berupa 10 paket obat Antiretroviral (ARV) beserta pelayanan laboratoriumnya bagi 10 penderita di Jawa Barat. Bantuan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak Agustus tahun lalu, namun sampai saat ini belum ada realisasinya. "Kami masih menunggu surat dari Departemen Kesehatan tentang spesifikasi
obat ini," ujar Setia.

Dari data yang diperoleh Tempo News Room, Antiretroviral ini mampu menghambat laju perkembangan HIV dan bisa memperpanjang usia harapan hidup serta meningkatkan kualitas hidup ODHA. Sebelumnya, penyebaran obat ini hanya dilakukan oleh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta. Tapi sejak April lalu, Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung sudah menyediakan
layanan pemberian ARV ini.

Rana Akbari Fitriawan - Tempo News Room

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X