Komisaris Garuda Desak Pergantian Direksi Segera Dilakukan


TEMPO Interaktif, Jakarta:Jajaran Komisaris PT Garuda Indonesia mendesak agar rencana pergantian pejabat maskapai penerbangan nasional itu segera direalisasi. Komisaris juga akan mempertanyakan pembatalan mendadak acara pelantikan direksi baru pada Rabu lalu ke Kementerian Badan Usaha Milik Negara.

"Kami akan tanya ke Pak Ferdinand (Nainggolan, Deputi Menteri BUMN bidang Usaha Logistik dan Pariwisata)," kata Komisaris Garuda Suad Husnan di Jakarta kemarin.

Menurut dia, pembatalan acara pelantikan itu tidak disertai alasan yang jelas. Bahkan, dia mengakui, kabar pembatalan itu disampaikan kepadanya hanya melalui pesan singkat seluler (SMS).

Suad, yang kini juga menjabat Deputi Menteri BUMN Bidang Jasa Keuangan, tidak bisa memastikan kapan komisaris akan menghadap kepada Kementerian BUMN. "Tapi secepatnya," ujarnya.

Ia menegaskan, komisaris akan segera mendesak agar pelantikan jajaran direksi baru secepatnya dilakukan. "Saya juga (sebelum rencana pelantikan dibatalkan) sudah datang ke Pak Ferdinand mendesak pergantian itu," ungkapnya.

Rencana pelantikan direksi baru Garuda sedianya akan digelar di Kementerian BUMN pukul 11.00 WIB pada Rabu lalu. Surat undangan telah disebar. Namun, secara mendadak sore harinya, sekitar pukul 16.00, keluar surat susulan yang justru membatalkan acara itu.

Santer beredar kabar, pembatalan acara pelantikan disebabkan belum adanya kepastian soal siapa yang akan mengisi posisi direktur utama untuk menggantikan Indra Setiawan yang telah berakhir masa jabatannya pada 15 Juni 2003.

Tiga nama yang santer disebut-sebut menjadi calon kuat untuk menempati pos orang nomor satu di maskapai itu adalah Komisaris Garuda Gunarni Soeworo, Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Hotasi Nababan, serta Managing Director PT Abacus Distribution Systems Indonesia Samudra Sukardi.

Persoalannya, Gunarni kabarnya menolak jabatan itu. Sementara itu, pengangkatan Samudra dikhawatirkan menimbulkan kontroversi karena ia kakak kandung Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi. Dengan kondisi itu, kemungkinan besar Samudra hanya akan ditempatkan di pos baru, wakil direktur utama.

Pergantian kabarnya juga akan dilakukan di seluruh jajaran direksi, kecuali Direktur Teknik Ricard B.S. Namun, tiga posisi direksi yang akan diganti bakal tetap diisi orang dalam Garuda. "Satu posisi direktur niaga akan dijabat orang Bank Danamon," kata sumber Koran Tempo.

Suad mengaku belum tahu siapa yang akan ditunjuk pemerintah untuk menempati jabatan Direktur Utama Garuda. Menurut dia, dalam undangan acara pelantikan pun tidak disebutkan siapa saja yang akan menempati jajaran direksi. "Saya benar-benar tidak tahu," katanya.

Ketika ditanya soal pencalonan Gunarni, ia pun menyatakan, sepengetahuannya tawaran itu tidak pernah sampai ke tangan mantan Ketua Umum Perhimpunan Bank-bank Umum Swasta Nasional (Perbanas) itu.

Menurut Suad, Gunarni hanya mendapat tawaran untuk jabatan direktur utama di beberapa perusahaan milik pemerintah lainnya. "Tapi beliau tidak mau, karena berkomitmen keras untuk tetap menjabat sebagai komisaris di Bank Niaga."

ss kurniawan

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X