Menristek: Transportasi Penyumbang Gas Pencemar Terbesar

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Negara Riset dan Teknologi Hatta Rajasa mengatakan bahwa sektor transportasi merupakan penyumbang gas pencemar terbesar, yaitu kurang lebih 70 persen. Bahkan, menurutnya, angka tersebut masih bisa lebih tinggi untuk daerah perkotaan.

Dalam sambutannya pada acara Seminar LIPI dengan tema "Kendaraan Nasional Ramah Lingkungan dan Hemat Energi 2004", Rabu (18/8), yang dibacakan Sekretaris Menristek, Aswin Sasongko, Hatta megakui bahwa peningkatan kendaraan bermotor yang mencapai 8-12 persen per tahun, tidak diimbangi dengan pertambahan panjang jalan. Hal itu menyebabkan meningkatnya konsumsi bahan bakar, kemacetan lalu lintas, dan pencemaran udara yang semakin parah.

Menurut Hatta, Jakarta termasuk salah satu kota yang paling parah polusi gas buang kendaraan bermotornya, setelah Mexico dan Bombay. Pada 2001, berdasarkan Index Standar Pencemaran Udara, kualitas udara yang tergolong baik adalah 19,46 persen, kualitas sedang 72,05 persen, dan tidak sehat sebanyak 8,49 persen. Sedangkan pada 2002, yang berkualitas baik hanya tinggal 7,1 persen, sedang 64,86 persen dan tidak sehat menjadi 28,04 persen.

Hatta mengatakan, pihaknya menyadari bahwa masalah transportasi harus dipecahkan dengan solusi yang tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem dan semakin terbatasnya sumber daya minyak. Hal itu, menurutnya, sesuai dengan konsep Suistainable Development yang berarti pembangunan untuk memenuhi kebutuhan hidup saat ini tidak boleh merugikan pembangunan untuk memenuhi kebutuhan generasi berikutnnya.

Menurut Hatta, penanganan pengendalian pencemaran udara di Indonesia sudah dilaksanakan sejak 1992 melalui Program Langit Biru yang turut melahirkan UU No 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah No 41/1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Hasil lainnya dari Program Langit Biru antara lain penghapusan bensin bertimbal, pemasangan catalic converter, penggunaan gas sebagai bahan bakar, termasuk teknologi otomotif lainnya, baik yang lama maupun yang sedang dikembangkan, seperti mobil listrik, mobil bertenaga matahari, mobil bertenaga fuel shell, dan mobil hybrid.

Tito Sianipar - Tempo News Room