Indomobil Finance akan Terbitkan Obligasi Rp.300 Miliar
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Indomobil Finance Indonesia akan menerbitkan obligasi setinggi-tingginya Rp 300 miliar. Obligasi akan dicatatkan di Bursa Efek Surabaya (BES) pada minggu ketiga Oktober nanti. Obligasi ini akan digunakan untuk pembiayaan konsumen mobil dan motor yang ditargetkan mencapai 1,4 triliun sampai akhir tahun ini.
Menurut Direktur Utama Indomobil Finance, Wiwie Kurnia, obligasi ini akan digunakan untuk pembiayaan kendaraan bermotor selama 2004. Sampai Agustus ini, lanjutnya, Indomobil Finance telah mengucurkan dana sebesar Rp 700 miliar untuk motor (60 persen) dan mobil (40 persen). Ia optimis target pembiayaan Rp 1,4 selama setahun itu akan tercapai, masing-masing mobil Rp 529 miliar dan motor Rp 915 miliar.
Wiwie mengatakan dengan target pembiayaan ini, perseroan mengharapkan bisa membukukan pendapatan sebesar Rp 310 miliar dan laba bersih Rp 54 miliar pada 2004 ini. Sementara sampai 2005, perseroan mentargetkan pendapatan mencapai Rp 461 miliar dengan laba bersih Rp 95 miliar.
Wiwie mengatakan perseroan sedang mengkaji kemungkinan penerbitan kembali obligasi pada 2005 nanti sebesar Rp 750 miliar. Perseroan mentargetkan pembiayaan sebesar Rp 2 triliun yang diperoleh dari pinjaman bank dan obligasi. Pembiayaan mobil pada 2005 ini diperkirakan mencapai Rp 858 miliar dan motor Rp 1,1 triliun. Indomobil Finance membiayai beberapa produk seperti Audi, Mazda, Nissan, Renault, Sangyong, Suzuki, Volkswagen, serta Volvo.
Untuk obligasi pertama ini, rencananya penawaran umumnya akan dilaksanakan sekitar 12 sampai 14 Oktober nanti dengan pernyataan efektif 8 Oktober. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT Kresna Graha Sekurindo Tbk dengan wali amanat Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Direktur dan Sekretaris Perusahaan Kresna Graha, Andrew Haswin mengatakan penjadwalan ini masih belum tetap karena menunggu izin Badan Pengawas Pasar Modal. Andrew mengatakan kemungkinan paparan publik sekaligus penawaran perdana akan dilakukan pada 15 September ini. Menurutnya obligasi ini terdiri dari seri A dengan masa waktu 370 hari sebanyak Rp 50 miliar, seri B (2 tahun, Rp 75 miliar), dan seri C (3 tahun, Rp 175 miliar). "Kebutuhan investasi jangka pendek memang besar, tapi kebutuhan dana perseroan lebih dari setahun," katanya.
Jaminan obligasi ini, lanjut Andrew, adalah piutang pembiayaan sebesar 110 persen dari pokok obligasi. Ia tidak menyebutkan bunga yang akan diberikan untuk obligasi ini karena belum ada persetujuan Bapepam. Namun Ia optimis obligasi pertama ini masih bisa memberikan imbal bunga (yield) yang menarik.
Yandi MR - Tempo News Room
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- KRL Mania: Tarif Progresif Untungkan Konsumen
- Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah
- Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes
- DPR Minta Konstruksi Terowongan Freeport Diaudit
- Impor Mesin Domestik Sulit Ditekan
- Indonesia Butuh 2 Kawasan Industri Aviasi Terpadu
- Pemerintah Ajukan Dana BLSM Rp 11,6 Triliun














