Penjualan Bank Permata Tidak Terpengaruh Peristiwa Bom


Grafis Terkait

TEMPO Interaktif, Jakarta:Proses penjualan PT Bank Permata Tbk, tetap akan dilanjutkan sesuai jadwal tanpa dipengaruhi peristiwa bom di Kedutaan Besar Australia, Kuningan, Jakarta. Lima investor bahkan menyatakan kesediaannya membeli 71 persen saham pemerintah di Bank Permata.

Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), Mohammad Syahrial mengatakan saat ini peminat Bank Permata ini masih melakukan uji tuntas atau due dilligence.

Rencananya minggu depan, kelima investor ini akan bertemu dengan manajemen Bank Permata. "Tadi mereka sudah konfirmasi dan tetap melakukan menyatakan minatnya. Jadi jadwal masih tetap berjalan dengan baik," katanya usai salat Jumat di gedung Sudirman Square, Jakarta, Jumat (10/9).

Ia mengatakan kelima investor akan memberikan gambaran rencana bisnisnya pada 4 sampai 5 Oktober nanti. Setelah itu, dilanjutkan penawaran akhir pada 7 Oktober.

Menurutnya kondisi pasar setelah peristiwa bom ini masih dalam keadaan baik. Para peminat bank ini, lanjutnya, belum ada yang menyatakan mundur dari penawarannya. "Mudah-mudahan pada saat penawaran akhir (final bidding day) tidak ada gangguan," katanya.

Syahrial mengatakan dalam pemaparan rencana bisnis ini, investor akan mempresentasikan proposalnya menyangkut masa depan Bank Permata. Menurutnya kelima investor ini menyatakan minatnya membeli 71 persen saham pemerintah. "Saya rasa itu semangat yang wajar. Memang akan menambah harga lebih nikmat," kata dia.

Syahrial juga mengatakan kejadian bom ini tidak akan mempengaruhi harga jual Bank Permata. Selain itu, lanjut dia, lima konsorsium juga tidak meminta PPA meninjau kembali harga penawaran Permata. Menurutnya PPA masih tetap merekomendasikan nilai buku Bank Permata sebesar 2,39 kali atau sekitar harga Rp 528 per lembar. "Secara fundamental kegiatan makro ekonomi masih berjalan baik," kata dia.

Yandi MR - Tempo News Room

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X