FPP Khawatir Terulangnya Penculikan Aktivis Islam
TEMPO Interaktif, Solo:Pasca terjadinya pengeboman di depan Kantor Kedubes Australia, Front Perlawanan Penculikan (FPP) Surakarta khawatir akan kembali terjadi penculikan terhadap para aktivis muslim.
Sinyalemen FPP itu didasarkan munculnya kejadian yang menyebutkan sejumlah rumah milik para aktivis muslim di Surakarta disatroni orang-orang tak dikenal. Diduga kuat mereka adalah tim Mabes Polri yang tengah melakukan penyelidikan pelaku pengeboman.
Hal itu disampaikan Front Perlawanan Penculikan (FPP) Surakarta. FPP menerima keluhan dari sejumlah aktivis muslim di Surakarta karena rumah mereka diamati oleh orang-orang tak dikenal.
"Meski hanya mengitari dan mengamati rumah, mereka cukup was-was. Kegiatan orang-orang tak dikenal tersebut cukup menganggu kawan-kawan kami. Mereka juga khawatir aksi penculikan oleh Mabes Polri terhadap aktivis muslim akan kembali terulang," ungkap Kholid Syaifullah, juru bicara FPP kepada wartawan.
Di antara rumah yang diselidiki orang tak dikenal tersebut adalah rumah milik Hawin Murtadho yang terletak di Kampung Ngruki, Grogol, Sukoharjo. Hawin Murtadho sendiri adalah kakak kandung Uswah, pria yang ditangkap Tim Antiteror Mabes Polri belum lama ini.
Hawin yang ditemui di rumahnya mengakui adanya orang asing yang mengamati rumahnya. Meski begitu, dirinya tidak terlalu ambil pusing. "Kalau saya ya biarkan saja, toh saya juga tidak berbuat kriminil," paparnya.
Hawin juga menyatakan, orang asing itu berada di sekitar rumahnya pasca terjadinya peledakan bom di kawasan Kuningan. Namun hingga kini belum ada polisi yang datang ke rumahnya untuk meminta keterangan terkait kasus peledakan tersebut.
Rumah lainnya adalah milik Sudadi yang beralamat di Kampung Kenteng 02/III, Kartasura, Sukoharjo. Beberapa waktu lalu Tim Antiteror Mabes Polri juga menangkap beberapa pria di rumah kontrakan milik Sudadi ini. Sudadi sendiri keberadaanya hingga kini belum diketahui.
FPP menyatakan, pihaknya juga mendengar kabar yang menyebutkan Tim Antiteror Mabes Polri pimpinan Gorries Merre telah melakukan penyisiran sejumlah tempat di Solo dan sekitarnya untuk memburu pelaku pengeboman di depan Kedubes Australia tersebut.
Seperti dilansir polisi, pengeboman di Kuningan itu ada dugaan dilakukan oleh kelompok Solo yang direkrut oleh Dr. Azahari dan Noordin M Top. Terkait keberadaan Tim Mabes Polri di Surakarta tersebut, Kapolwil Surakarta Kombes Pol Drs Abdul Madjid mengaku tidak tahu-menahu.
Anas Syahirul





