indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Anak Perusahaan Indofarma Rasionalisasi Karyawan


TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Indofarma Global Medika (IGM), anak perusahaan distribusi farmasi PT Indofarma, melakukan rasionalisasi karyawan terkait restrukturisasi perusahaan ini akibat kerugian yang dialami induk perusahaan beberapa tahun terakhir ini. Perusahaan mentargetkan hanya akan menyisakan 650 orang sampai akhir 2004 dari Agustus 2003 yang mencapai 900 orang.

Menurut Direktur Keuangan dan SDM IGM Elfiano Rizaldi, perusahaan sudah menghabiskan Rp 800 juta untuk biaya rasionalisasi dari Januari sampai Juni 2004. Pada periode ini, perusahaan telah merumahkan sebanyak 150 orang dari berbagai cabang. Hingga akhir 2004, perusahaan tersebut akan merasionalisasi lagi sekitar 100 orang.

"Rasionalisasi ini dilakukan secara bertahap hingga pada akhir 2004 diharapkan menjadi sekitar 650 orang," kata Elfiano seusai paparan publik di gedung Bursa Efek Jakarta, Kamis (16/9).

Menurut Elfiano, biaya yang akan dikeluarkan untuk merasionalisasi dari Juni sampai akhir tahun ini mencapai Rp 1,5 - Rp 1,7 miliar. Ia mengatakan, rasionalisasi ini merupakan efesiensi IGM sebagai perusahaan distribusi farmasi. Rasionalisasi, lanjutnya, diberlakukan kepada karyawan back office bukan yang berada di lapangan (front liner).

Elfiano mengatakan perusahaan memiliki jumlah karyawan yang lebih besar dibanding keuntungannya. Rata-rata jumlah karyawan di perusahaan yang sama secara nasional, katanya, mencapai 1.200 orang dengan keuntungan Rp 1 triliun. Sementara di IGM hingga Agustus 2003, jumlah karyawannya mencapai 900 orang dengan keuntungan Rp 300 - Rp 400 miliar.

Dalam melakukan rasionalisasi ini, Elfiano mengatakan, perusahaan menetapkan beberapa kriteria dan tetap memberlakukan ketentuan tentang pesangon. Menurutnya, prioritas rasionalisasi adalah pegawai kantoran yang kinerjanya rendah. Menurutnya, rasionalisasi ini banyak dilakukan dicabang-cabang besar seperti, Semarang, Surabaya, atau Medan. IGM memiliki 29 cabang di 25 provinsi.

Mengenai kinerja IGM, Elfiano mengatakan, perseroan memperlihatkan peningkatan yang siknifikan. Saat ini, lanjutnya, penjualan IGM mencapai Rp 40 miliar ditambah proyek-proyek yang sudah berjalan dan ada ditangan. Menurutnya, IGM akan memproyeksikan penjualan sebesar Rp 450 miliar sampai akhir tahun 2004 ini.

Yandi MR - Tempo News Room

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X