indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Panglima Muda GAM Wilayah Pasee Tewas


TEMPO Interaktif, Lhokseumawe:Panglima Muda Gerakan Aceh Merdeka (GAM) daerah III wilayah Samudera Passe tewas bersama dua pengawalnya dalam sebuah penyergapan TNI di Desa Blang Pie, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Senin (20/9).

Penyergapan itu terjadi pukul 05.00 WIB ketika belasan TNI dari Yonif 514 Kostrad melakukan pengepungan dan penyergapan terhadap sebuah rumah warga yang diduga dihuni oleh beberapa anggota GAM.

Sekitar 30-an anggota gerilyawan GAM mengetahui rencana TNI tersebut hingga terjadi kontak tembak selama tiga gelombang, menyebabkan seorang personel TNI dari Yonif 514 Kostrad gugur bernama Praka Maimun.

Di pihak GAM tiga tewas, salah satunya Ahmad Leupoen (30) yang menjabat sebagai Panglima Muda GAM daerah III wilayah Samudera Pasee, Aceh Utara, beserta satu pengawalnya bernama Munazir (28) warga Sumbok, Kecamatan Nibong, Aceh Utara, dan satu lainnya belum diketahui identitasnya.

Praka Maimun Senin (20/9) dipulangkan ke kampung asalnya di Bondowoso, Jawa Timur, setelah dilakukan upacara pelepasan di Lapangan Sudirman Lhokseumawe, sementara Jenazah Panglima Muda GAM bersama satu pengawalnya sudah diserahkan kepada pihak keluarganya untuk kebumikan.

Juru bicara TNI Media Center Lhokseumawe Letkol CAJ Asep Sapari menjelaskan kronologis tertembaknya Panglima Muda GAM itu berawal dari informasi yang diterima pasukan TNI Yonif 514 Kostrad tentang keberadaan anggota GAM di kawasan tersebut.

Belasan pasukan TNI selanjutnya melakukan peyergapan yang dipimpin Lettu Zaeinal Abidin, sehingga kontak tembak pun tidak dapat dihindari dengan 30-an anggota GAM pimpinan Ahmad Leupon. Aksi kontak tembak itu menewaskan Ahmad Leupon bersama dua pengawalnya.

Asep menambahkan, Ahmad Leupon semasa hidupnya sangat ditakuti masyarakat di Kecamatan Matang Kuli, Paya Bakong, Tanah Luas, Muerah Mulia dan Kecamatan Syamtira Bayu, Kabupaten Aceh Utara.

"Walaupun satu personel TNI tewas dalam kontak tembak itu, tapi TNI berhasil mengempur mendur gerak laju gerilyawan GAM, yang akhirnya melarikan diri ke hutan, kata Asep.

Saat melakukan pembersihan di kawasan yang jarang rumah penduduknya, pihak TNI menemukan tiga anggota GAM yang semula belum diketahui indetitasnya. Namun setelah ketiga anggota GAM tersebut diperlihatkan kepada masyarakat setempat, langsung dinyatakan satu di antaranya bernama Ahmad Leupon sebagai Panglima Muda daerah III wilayah Samudera Pasee.

Bersama mereka juga berhasil ditemukan tiga pucuk senjata, masing-masing dua laras panjang berjenis SS1, AK 56 dan satu pucuk pistol.

Pasca insiden kontak tembak di Desa Blang Pie tersebut, personel TNI terus melakukan pengejaran terhadap anggota GAM sisa pengawal panglima muda GAM tersebut yang diperkirakan berjumlah puluhan orang.

Di hari yang sama beberapa tempat di Kawasan Aceh Utara juga terjadi insiden bersenjata di Kecamatan Nisam, Aceh Utara, di mana satu anggota gerilyawan GAM tewas, satu pucuk pistol disita.

Imran MA - Tempo

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X