BMG: Jakarta Memasuki Musim Hujan
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Gunawan Ibrahim mengatakan wilayah Indonesia secara umum dan Jakarta khususnya memasuki masa transisi ke musim hujan. "Ini ditandai dengan hujan lokal dan akan secara bertahap terjadi di seluruh tempat," ujarnya, Senin (27/9), di Jakarta.
Hujan lokal, menurut Gunawan, terjadi karena pada saat ini awan kumulus yang terbentuk masih cukup kecil dan belum bersatu dengan daerah lainnya.
Untuk Jakarta, hujan akan diawali di daerah selatan, seperti Kebayoran, Pondok Indah dan sebagainya. Ia memperkirakan musim hujan baru terjadi pada bulan Oktober hingga Maret tahun depan. "Puncak dari musim hujan ini diperkirakan akan terjadi pada bulan Desember dan Januari," katanya.
Pada bulan-bulan tersebut, lanjutnya, hujan yang diakibatkan angin muson dari Asia menuju Australia itu bisa terjadi selama tiga sampai empat jam secara serentak di seluruh wilayah Jakarta. Mengenai curah hujan, BMG memperkirakan tingkatnya kurang lebih sama dengan dengan tahun sebelumnya.
Selain terjadinya hujan, BMG juga memperkirakan sangat mungkin terjadi angin kencang yang bisa merobohkan pohon-pohon dan menimbulkan ombak yang tinggi di perairan. Kecepatan angin yang bertiup itu diperkirakan 40 kilometer per jam sampai dengan 100 kilometer per jam. "Badai sangat mungkin terjadi," ujarnya.
Pada Februari lalu, Jakarta terutama di daerah selatan terhantam Badai Linda yang merobohkan pohon-pohon besar di pinggir jalan dan membuat beberapa rumah penduduk rusak dan jalanan macet. Badai tropis Linda yang sempat merepotkan warga Jakarta ini berasal dari lautan India sebelah Timur.
Oleh karena itu, Gunawan mengimbau agar masyarakat waspada terhadap banjir dan angin kencang tersebut. Hujan, menurutnya bisa saja membuat Jakarta terendam banjir karena daerah resapan yang semakin sempit. Ia juga meminta masyarakat agar memperbaiki saluran-saluran air.
Edy Can - Tempo
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Abah Landoeng, Kakek Relawan Anti-Korupsi
- Inilah Skuad Belanda untuk Hadapi Indonesia
- Kak Seto: Darin Mumtazah Harus Diperlakukan Khusus
- Kasus Blok A, Ahok Tak Gentar Hadapi Djan Faridz
- Pembunuh Tentara Dituntut 14 Tahun 6 Bulan Penjara
- Dua Kakek Bersaing Menjadi Pendaki Everest Tertua
- Gita Wirjawan Rajin ke Daerah, Bekal Nyapres?













