indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

PLN Membeli Listrik Produksi PT Riau Power


TEMPO Interaktif, Pekanbaru:PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) membeli energi listrik produksi PT Riau Power, anak perusahaan PT Pengembangan Investasi Riau (PIR), yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) berkekuatan 1x20 megawatt (MW) di Teluk Lembu, Pekanbaru, guna mengatasi krisis listrik yang terjadi di daerah ini.

Penandatanganan pembelian energi listrik sekaligus penandatanganan kontrak sewa PLTG 1x20 MW eks PT Caltex Pasifik Indonesia yang dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Riau itu dilakukan oleh Direktur PIR, Rida K Liamsi, dan Direktur PLN Unit Pembangkit dan Penyalur Sumatera Bagian Utara Albert Pangaribuan, Kamis (30/9) malam.

Dalam kontrak pembelian energi listrik/sewa PLTG 1x20 MW untuk sistem Sumatera Barat-Riau itu disebutkan bahwa PT Riau Power yang akan menyediakan, mengoperasikan, dan menjual energi listrik PLTG 1x20 MW itu.

Sementara pihak PT PLN akan menyediakan bahan bakar gas untuk pengoperasian proyek PLTG di mana kerja sama penyedian gas tersebut dilakukan bersama dengan PT Kalila dan PT Riau Petroleum serta mitra kerjanya sebagai pengelola pipa gas dari lapangan Kulim, Pekanbaru, ke Teluk Lembu.

"Jika pembangkit PLTG 1x20 MW dapat digunakan secara optimal, maka kemunghkinan besar tiga turbin lain eks PT Caltex yang ada di Duri dengan kekuatan 42 MW (masing-masing 14 MW) dapat digunakan untuk penambahan daya listrik untuk industri dan rakyat Riau," kata Rida K. Liamsi.

Tiga turbin itu yang diperkirakan cukup untuk menyuplai listrik Riau sampai tahun 2010, menurut Rida, dapat memanfaatkan gas yang saat ini dioperasikan PT Kalila yang ada di Pelalawan dan diletakkan di Bentu/Korinci.

"Kami juga sedang menjajaki pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 6x75 MW dengan lokasi sama di Teluk Lembu dengan menggunakan mesin pembangkit Rolls Royce. Jika rencana ini disetujui, maka proyek itu akan mulai dilaksanakan awal 2005 dengan tahap awal berkapasitas 2x25 MW," kata Rida.

Sementara Albert Pangaribuan mengatakan pihaknya membeli listrik Riau Power seharga Rp 123 per kwh. Harga tersebut, kata dia bisa murah karena pihak PLN yang akan menanggung kebutuhan bahan bakar berupa gas untuk pengoperasian mesin pembangkit.

Gubernur Riau Rusli Zainal menyatakan gembira dengan terealisasinya kontrak pembelian listrik tersebut. "Pemda Riau berharap kontrak ini merupakan langkah awal dalam upaya pemerintah untuk menanggulangi krisis listrik di Riau," katanya.

Seperti diketahui, sistem Sumbar-Riau mengalami defisit neraca daya sekitar 121,5 MW. Menurut Gubernur, beban puncak mencapai sebesar 520 MW, sementara kemampuan pembangkit pada saat ini hanya 398,5 MW dari kapasitas terpasang pembangkit sebesar 698 MW dengan daya mampu 601,5 M. Akibat kekurangan energi listrik di daerah ini, pemadaman bergilir masih tetap dilakukan PLN.

Evalisa Siregar - Tempo

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X