Menteri Syaefullah Cuma Teruskan Program Lalu

TEMPO Interaktif, Jakarta: Program 100 Menteri Negara Percepatan Kawasan Timur Indonesia Syaefullah Yusuf ternyata hanya mendukung program yang sudah ada. "Kami hanya melakukan supporting program yang lalu sampai akhir periode 2003-2004," ujar Syaefullah dalam acara Launching Buku dan Nuzulul Qur''an, di kantor Gerakan Pemuda Ansor, Jakarta, Selasa (2/11) malam.

Menurut Syaefullah yang menjadi Ketua GP Anshor, ada perbedaan nomenklatur program yang akan diterapkan Kabinet Indonesia Bersatu dengan kabinet sebelumnya. Saat ini, katanya, Kementerian Percepatan Kawasan Timur Indonesia sedang melakukan usaha-usaha bertahap, mulai dari inventarisasi permasalahan-permasalahan yang ada, penyusunan konsep, sampai penyusunan program untuk jangka pendek dan menengah.

"Inventarisasi permasalahan seperti infrastruktur, derajat kesehatan, derajat perumahan, dan pemberdayaan lembaga swadaya masyarakat akan lebih diintensifkan," katanya. Kemampuan pemerintah sangat terbatas sehingga perlu inisiatif daerah dengan mendorong stakeholder terlibat langsung. Dia juga menyebutkan istilah Kawasan Timur Indonesia Plus untuk fokus definisi seluruh daerah tertinggal. Harapannya daerah-daerah tersebut bisa menjadi ambassador.

Asep-Tempo