Sekretaris Propinsi JaTim Dituntut Mundur


TEMPO Interaktif, Jakarta:Buntut gagalnya tes Calon Pegawai Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Jawa Timur, Rabu (24/12) kemarin, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, yang juga Ketua Panitia Penerimaan Seleksi CPNS Jatim, Sukarwo dituntut untuk mundur dari jabatannya.

Desakan mundur bagi Sekdaprov itu disampaikan langsung oleh anggota DPRD Jatim Mohammad Siroj dalam pertemuan Komisi A DPRD Jatim dengan Sukarwo dan jajaran panitia pelaksanaan seleksi CPNS 2004 di lingkungan Pemprov Jatim, Kamis (25/11) siang. “Saya berharap Sekdaprov mempertimbangkan diri untuk mundur sebagai sebuah pertanggungjawaban moral. Di mana-mana, orang kalau membuat kesalahan, lebih etis baginya untuk mengundurkan diri,” kata Siroj.

Siroj lalu merujuk pada peristiwa 'tragedi CPNS 1987' yang mengakibatkan tewasnya enam orang akibat berdesak-desakan dalam proses pendaftaran CPNS di Gelora Pancasila, Surabaya. Dampak dari kejadian itu, Sekwilda Jatim Maryono langsung menyatakan pengunduran diri kepada Gubernur Jatim saat itu, Soelarso. "Seharusnya, Sekdaprov kali ini juga bersikap serupa,"katanya.

Siroj memuji sikap Dahlan Iskan yang langsung mundur dari jabatannya sebagai Dirut PT Panca Wira Usaha Jatim, induk perusahaan daerah yang membawahi percetakan Puri. “Itu tindakan yang gentleman, daripada hanya bermain kata-kata dan berapologi,”katanya.

Apalagi, lanjut Siroj, di beberapa daerah, peserta ujian CPNS yang kecewa sudah ada yang berencana melakukan gugatan class action kepada Pemprov Jatim.
Siroj mengaku cukup lama berurusan dengan PT Puri semasa dirinya masih menjadi pemimpin redaksi sebuah media yayasan keagamaan merasa tahu betul buruknya kualitas percetakan yang kini bernaung di bawah PT Panca Wira Usaha Jatim itu. “Dalam kasus ini, saya melihat ada pelanggaran kepatuhan pada kontrak. Bahkan, saat awal kontrak pun, pihak percetakan ternyata tak memiliki kejelasan, berapa banyak sebenarnya order yang diminta,”katanya.

Baru pada hari Minggu (21/11), Percetakan Puri mendapat pemberitahuan untuk mencetak soal sebanyak 200 ribu yang harus selesai selama 3 hari. “Jelas, mereka tak mampu,”ujarnya.

Untuk itu, legislator dari PKS ini meminta agar pada pelaksanaan seleksi CPNS yang tertunda, seluruh panitia ujian diganti. Ditemui seusai pertemuan yang berlangsung selama 3 jam 15 menit sejak pukul 09.00 WIB itu, Sukarwo menolak permintaan mundur dirinya itu. “Saya bertanggungjawab dengan berkonsultasi dengan Gubernur Jatim, sebagai pihak yang mengangkat saya. Soal mundur atau tidak, saya tak bisa menjawab, karena itu bukan keputusan saya,”katanya, mengelak.

Sukarwo menolak kalau kegagalan ini kemudian dialamatkan kepada dirinya secara personal. “Saya tak bisa sendirian. Ini bukan lembaga privat, tapi lembaga publik. Ibaratnya restoran, saya ini hanya juru masak. Gubernurlah sang pemilik rumah makan itu,” kata Sukarwo.

Sukarwo menyatakan hanya akan melakukan dua jenis pertanggungjawaban, yakni secara administratif dan materiil. “Kami akan mengecek apakah pelaksanaan persiapan seleksi CPNS kemarin sudah benar secara adminsitratif dan yuridis formal. Kedua, secara materiil, sudah betul atau tidak perlengkapan yang digunakan. Sesudahnya, saya akan bicara bagaimana menghadapi persiapan CPNS ke depan,” kata Sukarwo.

Tes CPNS di seluruh Jatim kemarin batal karena PT Puri sebagai percetakan daerah yang ditunjuk mencetak 200 ribu naskah ujian belum merampungkan pekerjaannya. Sukarwo mengaku, pada tiga hari sebelum pelaksanaan ujian, dirinya sudah mengecek ke lokasi percetakan, dan menyatakan telah melakukan disiplin perencanaannya dengan benar. “Jadwal sudah kami susun, termasuk menghadapi Libur Lebaran. Tukang lipat soal pun menyatakan semuanya akan selesai pada 22 November, tetapi ternyata masih ada yang bolong juga,” katanya.

Sukarwo mengakui bahwa proses percetakan di PT Puri saat itu memang tidak baik. “Terus terang, lay-out percetakan dan pengepakannya tidak begitu baik. Nantilah, di percetakan yang baru akan lebih baik,” janjinya.

Sesuai permintaan Gubernur Jatim Imam Utomo, Sukarwo menyatakan Pemerintah Provinsi Jatim akan membuat permintaan maaf di media massa kepada seluruh masyarakat Jatim atas kejadian ini.

Jojo Raharjo

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
innalillahi wainna ilaihi raji\'un amanah yang diberikan Allah pada panjenengan adalah sunnahNYA, semoga Allah swt memberikan bimbingan dan perlindungan pada panjenengan dan gus ipul
Wajib Baca!
X