Tersangka Fedofilia Mati di Tahanan, Polisi Riau Periksa Sebabnya

TEMPO Interaktif, Pekanbaru:Polda Riau akhirnya memenuhi tuntutan Ikatan Keluarga Nias Riau (IKNR) untuk melakukan otopsi atas mayat Ahmad Yumna Gulo (28 tahun), tersangka kasus pencabulan anak tiri sendiri yang tewas di tahanan Polsek Bukitraya,Pekanbaru.

Menurut Wakil Kepala Polda Riau Komisaris Besar Anton Bahrul Alam, otopsi dilakukan di Rumah Sakit Bayangkara, Jalan Kartini Pekanbaru,Sabtu (27/11). Setelah proses otopsi tuntas, pihak Polda Riau, menyerahkan jenazah almarhum Ahmad Yumna kepada keluarganya yang langsung dikebumikan dimakamkan di perkuburan umum Jalan Bukit Barisan, Tangkerang Timur,Pekanbaru.

Menurut Wakapolda Riau, dengan dilakukannya otopsi terhadap mayat Gulo, Polda Riau membuktikan keseriusannya menangani kasus tahanan yang meninggal di tahanan. "Kami serius mengusut tuntas kasus ini," ujarnya.

Anton mengaku belum bisa mengemukakan hasil otopsi dengan dalih hasil otopsi baru bisa diketahui tujuh hari mendatang. "Yang pasti otopsi sudah dilakukan,nanti hasilnya untuk keperluan penyidikan lebih lanjut. Tunggu saja ya hasilnya,"katanya.

Menurut Kombes Anton dalam kasus kematian Gulo, polisi telah menetapkan 11 tersangka yang terdiri dari rekan sesama tahanan Gulo di Polsek Bukitraya."Polisi juga telah memeriksa seorang bintara magang berinisial D, yang bertugas pada malam kejadian.Yang pasti semua yang terlibat dan terbukti menimbulkan kematian Gulo akan diberi sanksi tegas,"katanya

Sebelumnya (Jumat, 26/11) sekitar 200 massa yang menamakan diri dari Ikatan Keluarga Nias Riau (IKNR) yang diketuai Efos T Gulo, sekitar pukul 11.00 WIB mendatangi kantor Mapolda Riau di Jalan Sudirman, Pekanbaru menuntut agar Kapolda Riau secepatnya mengusut penyebab kematian Ahmad Yunma Gulo (28) di tahanan Polsek Bukitraya.

Kematian Ahmad Yunma Gulo--tersangka pencabulan anak tiri--diduga IKNR sebagai dampak dianiayai sesama tahanan yang juga melibatkan anggota polisi yang sedang bertugas di Polsek Bukit Raya,Pekanbaru.

Dalam aksi damai yang usai sekitar pukul 16.00 WIB, Wakapolda Riau, Anton Bachrul Alam dan Kapoltabes Pekanbaru Suro Jouhari yang menerima utusan massa menyatakan serius menangani kasus kematian Gulo di tahanan.

Evalisa Siregar