Penyakit Abdullah Puteh Tidak Parah
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kusmin, Kepala Rumah Tahanan Salemba, mengatakan penyakit yang diderita Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Abdullah Puteh tidak terlalu parah. Tahanan kasus korupsi pembelian pesawat helikopter sebesar Rp 12.5 miliar tersebut, belakangan sesak napasnya sering kambuh. Semalam dia dilarikan ke RS MH Thamrin Salemba, Jakarta Pusat.
Itu sebabnya, pemeriksaan ke RS MH Thamrin Salemba pada tengah malam tadi, berlangsung singkat dan tidak sampai menginap. “Semalam merupakan upaya pertolongan pertama,” kata Kusmin yang dihubungi Tempo melalui telepon, Rabu (22/12) siang ini.
Pilihan membawa Puteh ke RS MH Thamrin, menurut dia, karena letaknya yang paling dekat dengan Rumah Tahanan Salemba. Hasil pemeriksaan dokter, katanya, perawatan Abdullah Puteh cukup dengan rawat jalan.
“Selanjutnya, selama rawat jalan Abdullah Puteh diupayakan tidak keluar tahanan. Saya tengah mengusahakan dokter dan alat-alat medis yang dibawa masuk ke dalam tahanan,” papar Kusmin.
Kusmin baru mengetahui sesak napas Puteh kambuh sekitar pukul 23.00 WIB. Karena Puteh terus mengeluh, ia lantas minta bantuan petugas kepolisian yang berjaga di pos depan tahanan ikut mengawal Puteh ke rumah sakit. “Harapan saya dari awal jangan sampai (Abdullah Puteh) menjalani rawat inap,” katanya.
Sementara itu, Bob Jeoffery Pyrba, dokter jaga Unit Gawat Darurat RS MH Thamrin Salemba yang menangani Puteh, menegaskan kondisi tersangka kasus korupsi itu tidak mengkhawatirkan. Malam itu datang dikawal oleh tiga orang polisi. Sewaktu masuk rumah sakit, Puteh bisa berjalan kaki. Tidak ditandu dan juga tidak pucat atau pun tampak stres. “Kami hanya memberi sejumlah obat dan rekomenasi kepada dokter jaga tahanan Salemba,” katanya sambil menambahkan, “Sakitnya tidak terlalu serius”.
Elik Susanto,Ramidi-Tempo News Room<.B>













