Menteri Pendidikan Jamin Tak Ada Kebocoran Dana Pendidikan


TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo menyatakan subsidi Bahan Bakar Minyak sebesar Rp 1,4 triliun akan disalurkan dalam bentuk beasiswa bagi pelajar SD dan SMP. “Nanti akan disalurkan ke beasiswa untuk mengurangi tingkat putus sekolah SD dan SMP. Betul-betul itu untuk orang miskin,”katanya Kamis (23/12), di Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.

Pengurangan subsidi BBM dialihkan pada beberapa pos, salah satunya adalah pendidikan. Kekhawatiran akan penyalahgunaan dalam mengalihkan subsidi BBM ke dana pendidikan, menurut Bambang, resiko kebocoran dana tersebut akan minim. “Karena langsung dikirim ke rekening siswa. Resiko kebocoran akan minim,”ujarnya.

Tahun mendatang, menurut Menteri Bambang, dana untuk beasiswa akan ditingkatkan. “Jumlah 1,4 triliun itu masih minimal, kami masih mengusahakan untuk dapat lebih besar lagi,”katanya.

Menurut Sekretaris Jenderal Pendidikan Nasional Baedhowi, 8,1 juta siswa yang akan diberikan beasiswa tahun ini. “Di tahun 2005 akan ditingkatkan menjadi 9,1 juta siswa,”ujarnya. Tiap anak di tingkat SD per tahunnya mendapat Rp 120 ribu. Sedangkan tiap anak di tingkat SLTP per tahunnya mendapat Rp 240 ribu dan tiap anak di tingkat SLTA per tahunnya mendapat Rp 300 ribu.

Selain mengirimkan dana langsung ke rekening siswa, untuk menghindari adanya kebocoran dana juga akan mengikuti mekanisme yang dilakukan tahun lalu, yakni dengan publikasi ke media cetak. “Dari tahun lalu mekanismenya ya begitu terus. Selain langsung dikirim ke rekening siswa, juga diumumkan ke koran,”ujar Baedhowi.

Tahun lalu program serupa disebut Pogram Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM) dan secara terperinci diumumkan di koran tentang provinsi dan besaran dana yang didapat. “Semuanya transparan,”kata Baedhowi.

Ke depan, besaran dana untuk pendidikan akibat pengurangan subsidi BBM bisa lebih besar. “Tergantung keuangannya nanti. Kalau uangnya lebih banyak, ada dua alternatif. Sasarannya ditambah atau unit costnya diperbesar. Karena tuntutannya juga banyak,”ujar Baedhowi.

Rr Ariyani

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X