Topik
Sniper Akan Jaga Gereja di Jawa Tengah
TEMPO Interaktif, Jakarta: Guna mengamankan perayaan Natal, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah menyiagakan sekitar 13 ribu personil ditambah puluhan sniper yang akan bersiaga di sekitar gereja. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah Irjen Polisi Chaerul Rasjid, Kamis (23/12) mengatakan bahwa gelar pasukan itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya teror bom. Personil polisi, katanya, sudah diterjunkan ke lapangan sejak tanggal 21 Desember atau empat hari sebelum hari Natal. Para polisi itu ditugaskan menjaga Gereja, dan tenpat keramaian. Operasi pengamanan itu dikemas dalam sandi Operasi Lilin 2004.
Polisi tampaknya juga tak main-main. Puluhan sniper telah disiagakan disejumlah tempat rawan. Bila para bomber itu bergerak, sniper langsung menarik pelatuk. "Saya telah memerintahkan untuk menembak langsung di tempat bagi para pengacau. Para penembak tepat itu kami tempatkan di dalam kawasan gereja maupun beberapa meter di luar gereja. Banyak di antara mereka yang menyamar. Seluruh anggota Brigadi Mobil juga kami turunkan,” tuturnya. Polisi juga menyiagakan pasukan bermotor dan sejumlah mobil pemadam kebakaran.
Kapolda juga meminta warga masyarakat untuk tidak lengah dan selalu waspada. Masyarakat diharapkan segera melapor ke polisi bila mengetahui ada hal-hal atau orang yang dianggap mencurigakan.“Jangan segan-segan lapor polisi bila ada yang mencurigakan. Karena masyarakat yang mengetahui lingkungan masing-masing,”kata Kapolda.
Dalam pengamanan Natal ini, polisi juga dibantu oleh pasukan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI)
Dian Yuliastuti -- Tempo (Semarang)





