Topik
Bom Natal Orang Iseng di Bandung
TEMPO Interaktif, Bandung:Paranoid tentang bom di hari natal dimanfaatkan orang-orang iseng, yang ingin menakuti-nakuti orang lain. Di Bandung selama tiga hari belakangan ini kejadian terjadi dua kali.
Sebuah kotak kecil ditemukan di dalam toilet pria di lantai bawah pusat perdagangan barang elektronik Istana Bandung Electronic Center Jalan Purnawarman Bandung Minggu (26/12) sore. Barang dengan panjang sekitar 10 centimeter itu dibungkus kertas putih dan diikat lakban coklat.
Di dalamnya berisi sebuah kotak kaset dilengkapi kabel
berwarna merah dan hitam, sebuah jam tangan merk
Citizen, dan secarik kertas bertuliskan ucapan selamat
natal. Barang itu ditemukan pertama kali oleh Dadan,
salah seorang petugas kebersihan pertokoan tersebut
sekitar pukul 15.00.
Menurut Nunu, salah seorang petugas keamanan Istana
Bandung Electronic Center, Dadan menemukan barang itu
saat akan membersihkan toilet tersebut. Khawatir kalau
barang itu sebuah bom, Dadan melaporkannya ke petugas
keamanan yang langsung meneruskan ke aparat kepolisian. Tak lama kemudian, petugas dari Polsek Sumur Bandung, Polres Bandung Tengah dan Polwiltabes Bandung segera meluncur ke tempat itu.
Aparat sempat menutup gedung pertokoan berlantai empat
itu. Sambil menunggu selesainya pemeriksaan, para pemilik toko dan pengunjung berkerumun di depan gedung. Akibatnya, Jalan Purnawarman yang lebarnya sekitar lima meter itu sempat ditutup dan polisi mengalihkan arus kendaraan ke Jalan Merdeka.
Dalam peristiwa itu, Tim Gegana Polda Jawa Barat tidak
diturunkan ke tempat kejadian. Kepala Bagian Operasional Polresta Bandung Tengah Tony langsung membuka kotak itu dan mendapati bahwa barang itu ternyata hanya kotak pembungkus kaset.
Dua hari sebelumnya ditemukan selang air berisi tepung terigu yang semula diduga bom di Jalan Cibolerang Cigondewah Jumat (24/12) lalu.
Menurut Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Komisaris Besar Polisi Sulistiyono, sampai saat ini polisi masih memeriksa empat orang saksi, termasuk petugas kebersihan yang menemukan barang tersebut dan pengunjung. Soal motif, Sulistiyono belum tahu. "Mau iseng atau tidak, kami tetap stand by dan bergerak secepatnya. Tindakan membuka barang tadi untuk menghindarkan barang itu dari tempat umum. Lagipula Pak Tony dulu pernah bertugas di Brimob, jadi sudah berpengalaman,"ujar Kapolwiltabes Sulistiyono.
Rana Akbari Fitriawan





