Tunas Baru Lampung Proyeksikan Belanja Modal Rp 50 Miliar

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Tunas Baru Lampung Tbk. memproyeksikan belanja modal (capital expenditure) untuk tahun ini sebesar Rp 50 miliar, yang akan diperoleh dari dana internal. Belanja modal itu untuk membiayai ekspansi perseroan dan penambahan alat kerja.

Tunas baru Lampung tahun ini juga akan memperluas lahan sebesar 4.000 hektar di Palembang, yang memerlukan dana Rp 24-25 miliar. Selain itu, perseroan akan melakukan investasi berupa pembelian tangki produksi sebesar Rp 6 miliar dan investasi truk keperluan logistik Rp 10 miliar.

Wakil Presiden Direktur Tunas Baru Lampung Sudarmo Tasmin mengatakan, rencana akuisisi lahan sebesar 4.000 hektar itu, merupakan bagian dari rencana ekspansi lahan total 20 ribu hektar selama empat sampai lima tahun. Total lahan perkebunan perseroan saat ini mencapai 35 ribu hektar.

”Kapasitas produksi pabrik kelapa sawit perseroan saat ini sebanyak 180 ton per jam atau 10 ribu ton per bulan,” kata Sudarmo dalam paparan publiknya kepada Bursa Efek Jakarta.

Perusahaan tahun ini mentargetkan penjualan Rp 1,5 trilliun atau tumbuh 20 persen dari realisasi pada 2004. Dia memperkirakan, sampai akhir 2004, penjualan akan mencapai Rp 1,2 trilliun.
”Selama 2004, penjualan meningkat tajam menjadi sekitar Rp 1,2 triliun. Sampai September 2004 saja , penjualan sudah mencapai Rp 822,2 miliar, sehingga target penjualan akhir tahun meningkat dari proyeksi awal sebesar Rp 800 miliar,” katanya.

Menurut dia, peningkatan penjualan yang di luar dugaan itu, karena adanya peningkatan volume dan harga jual. Mulai triwulan kedua, harga pasar meningkat sehingga ekspor semakin meningkat.

Sampai September 2004, komposisi penjualan adalah 45 persen untuk ekspor dan 55 persen untuk pasar dalam negeri. Pangsa pasar ekspor terbesar di Rotterdam dan rencananya perseroan akan memperluas pasar ke Malaysia dan India. Sedangkan pangsa pasar lokal diantaranya Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jabotabek.

Perusahaan juga mentargetkan, laba bersih sebesar Rp 75 miliar pada 2005 atau tumbuh 50 persen dari target akhir tahun 2004 sebesar Rp 50 miliar.

Seiring dengan peningkatan laba, perseroan akan memberikan dividen kepada pemegang saham
sebesar 30 persen dari laba bersih. “Besarnya dividen masih perlu pembahasan dalam RUPS. Tapi dalam prospektus sebelumnya disebutkan pembagian dividen 30 persen dari laba bersih,” kata Sudarmo.

Saat ini perseroan telah menerbitkan Obligasi Tunas Baru Lampung 2004 senilai Rp 30 miliar berjangka waktu lima tahun, dengan bunga tetap 14,75 persen dan pembayaran bunga setiap tiga bulan. Obligasi ini diantaranya untuk membayar cicilan sindikasi utang perseroan senilai US$ 10,85 juta.

Perseroan memiliki sindikasi utang pada 1997 senilai US$ 40 juta. Setelah melakukan pembayaran dipercepat dari dana obligasi, sisa utang sampai dengan 31 Desember 2004 mencapai US $ 16,4 juta. Rencananya, perseroan akan menyelesaikan pembayaran utang sampai dengan tahun 2007.

Yuliawati - Tempo