Infografis
PKS Kelola 150 ribu Lebih Pengungsi di Aceh
TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Sampai hari ke-12 setelah gempa dan tsunami melanda Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, data tentang korban dan pengungsi masih simpang siur. Jumlah korban meninggal menurut data resmi Departemen Kesehatan diperkirakan sekitar 80.000 orang Tapi, menurut relawan yang Komite Kemanusiaan Indonesia untuk Aceh (KKIA) yang dikoordinir oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), jumlah korban di seantero Aceh bisa mencapai ratusan ribu orang.
Komite Kemanusiaan PKS mengerahkan relawan khusus yang bertugas menjaga dan memantau Posko Pengungsi di delapan kabupaten yang terkena bencana. Dari data sementara yang terdapat di 35 Posko tercatat 151.421 orang pengungsi yang dapat ditampung,
Menurut Koordinator Lapangan untuk aksi kemanusiaan KKA PKS, Irwansyah, data yang diperoleh relawan KKA tentu saja belum seberapa dibanding jumlah pengungsi yang sebenarnya. Namun, hal itu bisa menjadi patokan bagi pemegang kebijakan di pusat dan provinsi untuk mengambil langkah-langkah taktis dan strategis dalam menyantuni mereka yang telah kehilangan segala-galanya.
KKA tidak cuma mendata jumlah pengungsi dan kondisi di lapangan. Tapi, juga dapat menaksir kebutuhan yang akan muncul di hari-hari mendatang. "Masya Allah, betapa berat dan luasnya dampak sosial yang harus ditanggung rakyat Aceh, selain dampak psikis karena harus kehilangan keluarga, serta fisik dan lingkungan yang porak poranda akibat gempa-tsunami,"kata Irwan..
Dari sembilan kabupaten dan kotamadya yang terkena bencana, KKA mendirikan 19 Posko di Aceh Besar, 8 Posko di Kodya Banda Aceh, 2 Posko di Aceh Jaya, dan 1 Posko, masing-masing di Sigli, Aceh Utara, Langsa, Bieruen, dan Aceh Barat. Setiap Posko dikelola oleh koordinator relawan yang mumpuni. Mereka juga didukung masyarakat sekitar yang masih selamat. Bantuan dan perhatian mengalir kemana-mana, namun kebutuhan pengungsi memang beraneka warna. Di samping itu, suasana trauma dan kepanikan masih terasa. Apalagi gempa susulan masih terjadi beberapa kali.
Setiap posko mempunyai tanggungjawab untuk 4 (empat) hal penting; pertama, distribusi bahan kebutuhan pokok kepada korban melalui pos-pos kecil di tingkat kecamatan dan kelurahan. Kedua, melayani pengobatan gratis bekerjasama dengan para dokter dan paramedis dari BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia). Ketiga, melakukan evakuasi korban yang sudah meninggal atau pun selamat tapi baru ketahuan saat ini. Keempat, melakukan pendataan tentang orang-orang yang dianggap hilang.
Salah satu posko yang menampung pengungsi dalam jumlah besar (17.000 orang) terletak di kecamatan Darussalam dengan koordinator Nourman Hidayat. Lalu, diikuti oleh Posko Lhokseumawe (15.000 orang), Calang Aceh Jaya (13.000 orang), Meulaboh (11.500 orang) Lamno Aceh Jaya (10.900 orang), Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar (10.294 orang) dan Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar (10.000 orang). Posko-posko yang lain menampung dan melayani rata-rata 1.000-8.000 orang.
Agus Hidayat