Arifin Panigoro Mundur dari DPR

TEMPO Interaktif, Jakarta: Anggota Fraksi PDIP Arifin Panigoro kemarin mengumumkan mundur dari keanggotaannya di DPR. Keputusannya ini ia ambil setelah dirinya memperoleh peringatan dari Dewan Kehormatan DPR karena tidak hadir dalam tiga persidangan secara berturut-turut. "Juga untuk contoh bagi yang lain, bahwa Dewan Kehormatan itu harus diberdayakan," katanya.

Arifin mengaku, tak ada tekanan pihak lain soal keputusan mengundurkan diri itu. Ini, katanya, untuk membuktikan konsistensinya sebagai anggota DPR yang tak masuk dalam beberapa kali sidang. Meskipun begitu, ia mengatakan, alasannya tak hadir dalam persidangan merupakan sikap protes terhadap partainya. "Ada beda pendapat dengan yang lain," katanya kepada Tempo, Senin (17/1) malam.

Secara politis, kata Arifin, alasan peringatan dari Dewan Kehormatan itu menjadi momen tepat. Ia membantah mundur karena tak setuju kebijakan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri di PDIP. Namun, ia mengakui, dirinya tak cocok dengan kepengurusan di PDIP saat ini. Meskipun begitu, ia tak setuju dengan gerakan anti-Mega yang sekarang bergulir. Kepemimpinan Megawati, katanya, masih bisa dipertahankan. Hanya saja, katanya, perlu pembaharuan di lini kepengurusan PDIP. Kegagalan sekarang ini harus menjadi tolok ukur pengurus lain untuk mundur.

Ia mencontohkan kegagalan itu seperti keputusan PDIP bergabung dengan Koalisi Kebangsaan. Langkah ini, katanya, merupakan kegagalan fraksi dan partai. ?Banyak kegagalan PDIP lainnya. Tak bisa disalahkan satu-dua orang. Harusnya pengurus sadar itu,? katanya.

Arifin mengaku, saat ini ia hanya mundur sebagai anggota DPR dan tidak dari PDIP. Namun, menurut dia, dirinya akan mundur sebagai anggota PDIP bila tak ada pembaharuan pengurus dalam Kongres PDIP nanti. ?Lihat dulu hasil Kongres,? ujarnya. Sikapnya ini, katanya, didukung Sophan Sophian, Sukartono, dan Julius Usman. Roy B.B. Janis juga sudah bicara dengannya dan memahami sikapnya ini.

Dalam surat pengunduran dirinya yang diterima Tempo, alasan yang dipakai Arifin adalah kesibukan pengembangan perusahaannya. Namun, menurut sumber Tempo di PDIP, Arifin berencana mengundurkan diri sudah jauh hari sebelumnya. "Pak Arifin kan dulu bekerja giat untuk pemenangan Megawati. Tapi setelah jadi presiden, Megawati malah memberi keistimewaan Sutjipto, Pramono, Theo, dan Agneta," kata sumber yang menolak disebut namanya ini.

Sekretaris Fraksi PDIP di DPR, Jacobus Kumarlo Mayongpadang, mengaku belum menerima surat pengunduran diri Arifin. Meskipun begitu, ia mengaku telah mengetahui pengumuman soal mundurnya Arifin ini dalam sebuah acara pelucuran buku di Hotel Sahid Jaya, Jakarta. "Surat resmi belum diterima pimpinan Fraksi," katanya.

Purwanto?Tempo