Investor Tertarik Semua Proyek Infrastruktur Pemerintah
TEMPO Interaktif, Jakarta:Proyek yang ditawarkan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur, semuanya diminati para investor, baik dalam maupun luar negeri. Menurut Menteri Koordinator Perekonomian, Aburizal Bakrie, bisa dilihat dari ditandatanganinya Jakarta Declaration pada saat Infrastructure Summit. "Dari Jakarta Declaration, tadi kelihatannya, mereka berminat ke seluruh 91 proyek," kata Aburizal di Jakarta, Selasa(18/1).
Komitmen akan masuknya dalam investasi ini ditunjukkan oleh beberapa investor di beberapa sektor. Misalnya, Malaysia berminat dalam pembangunan jalan tol dan power plan. Jepang juga tertarik power plan. Belanda akan masuk dalam pembangunan air minum, dan Amerika Serikat di bidang energi.
Namun, siapa yang akan menjalankan program pembangunan tersebut, menurut Aburizal, baru bisa diketahui setelah dilakukannya tender. "Semuanya baru bisa dilihat pemenangnya dalam tender yang akan dilakukan secara terbuka dan transparan. Itu janji kita di dalam Jakarta Declaration, akan kita tepati,"katanya.
Jakarta Declaration ditandatangani oleh pemerintah Indonesia dan pihak swastanya juga ditandatangani oleh World Bank, Asian Developmen Bank (ADB), dan para delegasi dari 22 negara peserta. Menunjukkan tingginya minat investasi dalam pembangunan infrastruktur. "Dengan adanya kemauan investasi yang tinggi maka pemerinatah akan serius menindaklanjutinya," kata Aburizal.
Wakil Presiden Direktur BNI Tbk., Arwin Rasyid, menyatakan siap berpartisipasi dalam pembiayaan proyek infrastruktur tersebut . Bagi pihak perbankan, pembiayaan dalam sektor infrastruktur seperti pembangkit listrik, jalan tol, merupakan hal yang sudah biasa. "Sekarang yang luar biasa, karena sudah ada suatu kesungguhan pemerintah melakukan program yang sistematis dalam mewujudkan berbagai program infrastruktur,"kata Arwin.
Dalam pembiayaan ini diperlukan kerja sama antarbank baik lokal maupun asing sebab pembiayaan infrastruktur tidak mungkin dilakukan sendiri. "Jadi diperlukan peran bank-bank asing luar negeri termasuk bank-bank asing di dalam negeri," katanya.
M. Nafi
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- Pemerintah Ajukan Dana BLSM Rp 11,6 Triliun
- 22 Bank Dilibatkan dalam Program Pembiayaan Rumah
- Dua Jurus Chatib Basri Meredam Inflasi
- Hari Ini, Chatib Basri Bahas APBN Perubahan 2013
- Freeport Berhenti, Negara Rugi US$ 1,82 Juta/Hari
- ESDM: Seluruh Korban Longsor Freeport Ditemukan
- Harga BBM Naik, Pemerintah Bikin Tim Sosialisasi














