Korea Utara Tawarkan Senjata kepada Indonesia


TEMPO Interaktif, Jakarta: Korea Utara menawarkan pemerintah Indonesia untuk membeli senjata di antaranya kapal selam dan radar. Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Departemen Pertahanan (Dephan) Mayor Jenderal (Purn) Sudrajat yang ditemui wartawan, mengatakan tawaran ini sebagai upaya mewujudkan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Korea Utara.

Dephan mengakui persenjataan yang ditawarkan Korea Utara jauh lebih murah dibandingkan negara-negara Barat. Namun pemerintah, lanjut Sudrajat, akan mempelajari terlebih dahulu persenjataan tersebut. "Kita pelajari dulu apakah itu bisa sesuai dengan sistem persenjataan kita," ujarnya usai mendampingi Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono bertemu Wakil Menteri Pertahanan Bidang Industri Militer Korea Utara Kim Chol Min, hari ini Kamis (27/1), di Kantor Dephan Jakarta.

Menurutnya, Indonesia harus menyesuaikan terlebih dahulu persenjataan Korea Utara dengan strategi pertahanan, kemampuan teknis dan keuangan negara. "Kalau dari sistem pertahanan kita butuh kapal selam dan radar, tapi kita harus melihat kualitasnya, harus teruji," sambung Sudrajat.

Saat ditanyakan apakah pembelian senjata Korea Utara tidak mengancam hubungan pertahanan Indonesia dengan negara-negara lain, seperti Amerika Serikat, Sudrajat menjawab, sebagai negara yang merdeka dan berdaulat, Indonesia bebas menentukan dengan siapa bekerja sama dalam membeli senjata. "Kita paham Korea Utara negara yang diembargo barat, tapi dengan Indonesia Korea Utara adalah teman lama," katanya.

Sampai saat ini, tawaran-tawaran dari berbagai negara termasuk Korea Utara akan dijadikan referensi oleh pemerintah, guna menentukan senjata dari negara mana yang harus dibeli. "Yang menarik senjata Korea tara lebih murah dan bersaing," tandas Sudrajat yang November lalu berkunjung ke Korea Utara membahas kerja sama pertahanan.

Dalam kunjungannya, Kim Chol Min didampingi Direktur Departemen Kementerian Korea Utara Kim Kwang Gi, Atase Pertahanan Korea utara Kolonel Song Yon Sop. Sedangkan Menhan selain didampingi Sudrajat, juga didampingi Direktur Jenderal Sarana Pertahanan Mayjen (Purn) Aqlani Maza.

Sunariah

Komentar (12)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
2
saya dukung bila pemerintah Indonesia menjalin hubungan dagang + militer dengan korea utara, toh negara kita masih di embargo oleh u.s dalam hubungan perdagangan senjata militer.
0
1
harus nya gak usah susah\" melapor ke as kita kan negara merdeka kita berhak dong kerjasama dengan negara tetangga?? diharap presiden mengerti kita butuh persenjataan canggih kalau tidak punya kita akan di pandang sebelah mata pikirkan demi negara!!
0
0
korea utara adalah salah satu negara yg ditakuti oleh negara barat karena kemampuan iptek nya bisa menyaingi eropa barat oleh sebab tu korut di embargo agar persaingan penjualan senjata di monopoli as dan eropa barat...beli aja kita bebas menentukan pilihan utk alutsista kita.. kenapa harus bertanya ke A.S?
0
0
Klo saya mending indonesia buat rudal anatar pulo..klo dah pnya say yakin 100%negara tetangga ga akan melecehkan/memandang sebelah mata ke negara kita..karna takut klo indonesia marah rudal tinggal pencet negara tetengga amburadul di hantam rudal kita
0
0
Kalo memang cocok dan berkualitas alutsistanya kenapa tidak, apalagi lebih murah? disamping itu sebaiknya plus alih tekhnologi biar kita mandiri terutama pembuatan kapal selam... Mudah2an kita selalu jaya...
Selanjutnya
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X