Pengamat: Pemerintah Perlu Buat Keppres Ukur Kinerja Kabinet


TEMPO Interaktif, Jakarta: Sampai saat ini pemerintah belum memiliki tolok ukur pencapaian kinerja kabinet. Hendaknya pemerintah segera menuangkan parameter pencapaian kinerja kabinet dalam bentuk Keputusan Presiden (Keppres). Sehingga, dengan berpedoman pada Keppres ini, pemerintah memiliki landasan yang kuat untuk melakukan pergantian menteri yang memiliki kinerja buruk.

"Untuk melakukan pergantian anggota kabinet, saat ini pemerintah belum memilki parameter dan indikatornya, harus diatur dulu dalam Keppres pengukuran kinerja kabinet," kata pengamat politik Sukardi Rinakit, Sabtu (29/1) di Jakarta.

Menurut Sukardi dengan adanya tolok ukur yang jelas, maka pergantian menteri tidak terjebak dalam kalkulasi kepentingan kelompok yang penuh dengan muatan politis. Disamping itu, tanpa adanya parameter yang jelas, Keppres dapat dipertanyakan banyak pihak. "Presiden dapat diprotes para menteri yang dikeluarkan dari susunan kabinet karena ketidak jelasan indikatornya," tutunya.

Dalam Keppres tersebut, selain membuat parameter kinerja menteri, juga perlu mengatur hubungan presiden dan wakil presiden, dan pemberian sanksi. "Yang paling penting mengatur koordinator kerja kabinet, perencanaan kerja kabinet, dan tolak ukur kegagalan atau keberhasilan kabianet," tuturnya.

Menurutnya, perubahan kabinet itu penting terutama apabila menteri tidak menunjukkan kinerja memuaskan. "Dengan adanya landasan yang kuat, tidak ada yang bisa menolak keputusan presiden dalam pergantian kabinet," katanya.

Yuliawati

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X