TNI Akan Perbaiki Jalan Banda Aceh-Meulaboh

TEMPO Interaktif, Banda Aceh: TNI Angkatan Darat akan memusatkan pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun
Desa (TMMD) di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. "Targetnya menghubungkan jalan darat
antara Banda Aceh - Meulaboh sejauh 235 kilometer," kata Kepala Staf TNI AD Jenderal
Ryamizard Ryacudu kepada pers, Senin (7/2). TMMD yang dulu dikenal dengan ABRI Masuk Desa
biasanya dilakukan di tiap Komando Daerah Militer (Kodam) masing-masing.

Untuk merealisasikan program ini, Ryamizard akan mengerahkan sekitar empat puluh satuan
setingkat kompi (setara 6.000 personel) ke Aceh. Mereka dicomot dari semua Kodam yang
ada di Indonesia. Kecuali, Kodam 9/Udayana, Kodam I/Bukit Barisan dan Kodam XVII/Trikora.
Sebagaimana diketahui, di wilayah operasi tiga Kodam ini juga baru dilanda bencana alam.

Para prajurit TNI ini akan bahu membahu bersama dua ratus masyarakat sipil. Berupaya
menyelesaikan program dalam waktu tiga puluh dua hari terhitung sejak tanggal 22 Februari
mendatang. "Secara logika tidak mungkin, mengingat kesulitan yang tinggi di lapangan,
tapi ini proyek Sangkuriang," kata Ryamizard.

Ryamizard kemudian menceritakan pembangunan jembatan di wilayah Lhok Nga. "Semua pihak
memperkirakan jembatan baru akan selesai dua minggu, tapi dengan kerja keras seperti
Sangkuriang jembatan sepanjang 78 meter itu selesai empat hari saja," katanya.

Untuk diketahui, jembatan ini dikerjakan siang-malam oleh Yon Zikon 13 Jakarta. Jembatan
di Lhok Nga hanya satu dari 53 jembatan yang akan digarap TNI AD. Hingga hari ini sudah ada
tiga jembatan yang diselesaikan. Yang paling anyar adalah jembatan penyeberangan darurat
di Sungai Lhok Kaca, kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar. Jembatan darurat ini dibuat
menggunakan rakit penyeberangan dengan drum dan papan sebagai bahannya. Jembatan ponton
yang baru selesai tadi malam (6/2), menyeberangkan mobil yang dipakai Kasad. Kelak, akan
dibuat rakit yang lebih besar berkapasitas empat kendaraan sekali jalan. Selepas Lhok Kaca, jalan darat dari Banda Aceh menuju Meulaboh putus sama sekali.

Kerja Sangkuriang ini, menurut Ryamizard, dianggarkan menelan biaya 6,016 Milyar rupiah
untuk kebutuhan pangan para prajurit dan masyarakat yang bekerja. Alat-alat berat akan
disiapkan batalyon Zeni bekerja sama dengan berbagai pihak terkait. Semisal Departemen
Pekerjaan Umum dan beberapa Pemerintah Daerah (PEMDA).

Tak hanya dari Banda Aceh, pasukan Sangkuriang TNI juga bergerak dari Meulaboh.
Menurut Kolonel Zahari Siregar, Komandan Korem Meulaboh, jalan darat dari Meulaboh menuju
Banda Aceh berakhir di wilayah sebelum Teunom. Jarak sejauh 112 kilometer itu hanya bisa
dilalui setelah memakan waktu dua belas jam. Padahal biasanya cukup dengan dua jam.
"Jalannya harus off-road," kata Zahari. Saat ini pasukan TNI sedang merintis jalan tembus
menuju Teunom.

Agus Hidayat - Tempo