Topik
Andung: Industri Semen Butuh Investasi Baru
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Perindustrian Andung Nitimiharja menyatakan, industri semen membutuhkan investasi baru agar dapat memenuhi kebutuhan proyek infrastruktur.
?Sebentar lagi, saya akan panggil investor yang mau masuk ke sektor semen. Idealnya, investor dalam negeri. Kalau tidak ada, investor asing pun kami undang. Yang penting, kebutuhan tercukupi,? papar Andung di Jakarta, Jumat (11/2)
Niatan PT Semen Gresik Tbk. untuk membangun pabrik baru, menurut Andung, belum dikomunikasikan pada Departemen Perindustrian.
?Saya akan panggil Pak Satriyo (Dirut SG). Tapi, sebelumnya saya akan temui dulu Meneg BUMN,? ujarnya.
Usai rapat dengar pendapat umum dengan Komisi Perindustrian DPR, Senin (7/2) lalu, Dirut Semen Gresik Satriyo mengungkapkan sedang mengkaji pendirian enam pabrik baru. Menurut dia, pembangunan pabrik itu membutuhkan investasi sebesar US$ 350 juta.
Kebutuhan semen nasional tahun lalu mencapai 32 juta ton. Namun, total produksi semen mencapai 47 juta ton. Sisa semen yang tidak terserap dalam negeri dilempar ke pasar luar negeri.
Semen Gresik menguasai 40 persen pasar dengan kapasitas 19,95 juta ton.
Menurut perhitungan Departemen Perindustrian, tahun ini kebutuhan semen dalam negeri akan tumbuh 10 persen, menjadi 35 juta ton.
Dari hitung-hitungan itu, menurut Benny Wahyudi Dirjen Industri, Kimia, dan Hasil Hutan(IKAHH), investasi di sektor semen belum mendesak.
Dikatakannya, dengan pertumbuhan 10 persen per tahun, kebutuhan semen tiga tahun mendatang baru mencapai 40 juta ton. ?Investasi itu dibutuhkan untuk mengantisipasi kebutuhan proyek infrastruktur hasil infrastructure summit,? tutur Benny.
Sutarto