Anton Supit: Banyak Perda Rugikan Pengusaha
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah daerah dalam rangka menerapkan otonomi banyak menelurkan kebijakan yang tidak tepat bagi investasi. Misalnya, dengan menaikkan pajak retribusi sebagai sumber penghasilan asli daerah. Padahal, pemerintah daerah tersebut tidak memahami filosofi retribusi itu.
Banyaknya peraturan daerah yang berlebihan itu, ditandaskan Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia, Anton J. Supit, menghambat masuknya investasi
"Dari pada menaikkan retribusi dan investor lari, lebih baik dia (pemda) bikin iklim investasi yang baik," kata dia kepada Tempo, Sabtu (12/2).
"Mestinya attitude kita menjadi negara niaga, tapi sekarang malah menjadi negara yang siaga,? ujarnya lebih lanjut.
Anton memberi contoh, kasus retribusi parkir di Bekasi. Salah satu perusahaan minuman ringan yang berlokasi di Bekasi mempunyai armada dan lahan parkir yang luas. Oleh Pemda Bekasi, kata dia, perusahaan itu harus membayar retribusi parkir. Padahal, dia menggunakan tanahnya sendiri untuk lahan parkir.
"Ini contoh yang tidak benar,? kata Anton. ?Mereka tidak mengerti filosofinya.?
Sutarto
Komentar (0)
Berita Terkait
Foto Terbaru
Top Stories
Editor's Choice
- Ketika Secangkir Kopi Jadi Kontroversi
- Tempo Adakan Sidang Etik untuk Wahyu Muryadi
- Platini: Israel Juga Berhak Main Bola
- Seorang Pelajar di Bima Todong Polisi dengan Pistol
- Ini Cara Rumah Sakit Bisa Ambil Untung dari KJS
- Ini Penyebab Rumah Sakit Swasta Ributkan Soal KJS
- Polisi Pelototi Pelat Nomor Kendaraan Pembeli BBM


