Topik
Infografis
Kondisi Udara Bandara Pekanbaru Masih Mengkhawatirkan
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Angkasa Pura II Pekanbaru kembali mengkhawatirkan kondisi asap di sekitar bandara. Pasalnya, akibat kebakaran hutan sejak pertengahan Januari lalu, kabut asap di sekitar bandara mengganggu aktivitas penerbangan. Areal lahan yang terbakar di Riau saat ini sudah meluas hingga 14 ribu hectare.
Menurut Kepala Cabang Angkasa Pura II Pekanbaru Sutrisno mengatakan, jarak pandang yang bisa ditembus mata di sekitar bandara kurang lebih dua kilometer. Sebelumnya, jarak pandang itu sempat hanya satu kilometer.
"Kami khawatir jarak pandang semakin memburuk yang menyebabkan gangguan penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II. Lihat saja langit semakin gelap ditutupi kabut asap," kata ujarnya kepada Tempo, Kamis (17/2).
Angkasa Pura II terus memantau kualitas jarak pandang serta melakukan kontak dengan seluruh bandara yang memiliki penerbangan menuju Pekanbaru.. "Siapa tahu jarak pandang di Pekanbaru tiba-tiba tidak aman untuk didarati pesawat. Hingga pukul 12.00 WIB penerbangan masih berjalan normal," katanya.
Sementara itu, Koordinator Tim Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Riau Wan Abu Bakar mengakui, jumlah lahan terbakar di Riau sudah mencapai 14 ribu hektare dengan titik api terbanyak di Kabupaten Bengkalis, Pelalawan, dan Indragiri Hilir.
"Kebakaran lahan dan hutan selama 2005 ini memang memprihatinkan. Saya kecewa dengan Dinas Perkebunan dan Kehutanan dan termasuk aparat desa yang lamban mengantisipasi kebakaran hutan," keluh kata Abu Bakar yang juga Wakil Gubernur Riau itu.
Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Riau Khairul Zainal menambahlan, kawasan Guntung, Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir ditemukan 23 titik api dengan luas lahan terbakar 10 ribu hektare. Areal PT Satria Agung Perkasa, PT Indah Kiat Pulp and Paper, dan PT Guntung Hasrat Makmur ditemukan sebagai salah satu titik api.
Evalisa Siregar-empo