Penyelamatan Kertas Aceh, Pemerintah Pilih Kerjasama Operasi
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan memilih pola kerja sama operasi daripada mengalihkan kepemilikan saham dalam melakukan penyehatan kembali PT Kertas Kraft Aceh.
"Paling menguntungkan mungkin kerja sama operasi daripada harus melakukan alih kepemilikan. Itu prinsip saya," kata Menteri Negara BUMN Sugiharto kepada wartawan sebelum memulai rapat kerja dengan Komisi VI di Gedung DPR RI Jakarta, Kamis (24/2).
Sugiharto belum bersedia memerinci upaya pemerintah menyelamatkan pabrik kertas milik pemerintah itu. Dia mengatakan, Kementerian BUMN harus melihat dulu usulan direksi lebih detail.
Kertas Kraf Aceh terancam akan ditutup karena mengalami kesulitan arus kas. Kewajiban jangka pendek perusahaan kertas pelat merah itu mencapai Rp 300 miliar.
Perinciannya Rp 160 miliar kepada Bank Mandiri dan Rp 60 miliar kepada Exxon Mobil. Utang kepada Exxon mobil dapat menyebabkan pabrik berhenti beroperasi karena perusahaan asing itu mobil menghentikan pasukan gas.
Menurut Sugiharto, Kertas Kraf Aceh memerlukan tambahan modal kerja sekitar Rp 200 miliar agar bisa aktif beroperasi kembali.
Ada kemungkinan suntikan modal kerja tersebut bisa berasal dari pemerintah melalui penambahan modal, Bank Mandiri lewat kucuran kredit, atau investor melalui kerja sama operasi atau menambahkan modal baru.
"Ini bukan persoalan Rp 1 atau 2 miliar. Jadi harus komprehensif melihatnya," katanya. Tito Sianipar
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- Telkom Ekspansi ke Hong Kong dan Timor Leste
- Ini Kriteria Pengganti Chatib Basri Pimpin BKPM
- SBY Resmi Lantik Chatib Basri
- Hari Ini, SBY Lantik Chatib Jadi Menteri Keuangan
- Teras Narang Minta Pabrik CPO Bantu Perbaiki Jalan
- PTPN X Targetkan Laba Naik sampai Rp 500 Miliar
- Kadin Dukung Chatib Basri Jadi Menteri Keuangan













