Asap Ganggu Penerbangan di Riau

TEMPO Interaktif, Pekanbaru: Kabut asap masih mengganggu penerbangan dari dan ke Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, hingga hari ini, Kamis (24/2).
"Jarak pandang hari ini sama buruknya dengan kemarin. Kabut asap semakin mengkhawatirkan pengelola bandara dan pengguna jasa yakni penerbangan," kata Pelaksana Harian Kepala Cabang Angkasa Pura II Pekanbaru Sabar Tarigan,kepada Tempo.

Menurut seorang pilot Garuda Indonesia, Sabar, pada ketinggian 200-300 kaki, mereka tidak bisa melihat akibat pekatnya kabut asap. "Kabut asap paling parah terjadi pada pagi. Jarak pandang hanya mencapai 100 meter hingga 500 meter. Sedangkan siang, jarak pandang naik sedikit yakni sekitar 1.000 meter. Dan ini masih cukup rawan untuk penerbangan," katanya. Beberapa penerbangan kemarin terpaksa ditunda.

Sementara itu, anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Riau, Mukti Suanjaya mengajak warga bersama-sama menggugat pemerintah provinsi (Pemprov) Riau yang dinilai tidak mampu mengatasi kebakaran lahan/hutan yang mengakibatkan timbulnya kabut asap. "Lihat saja, akibat kabut asap penerbangan tertunda. Murid sekolah terganggu belajarnya dan warga lain terpaksa mengeluarkan uang untuk berobat karena diserang penyakit akibat asap," katanya.

Sepanjang musim kabut asap 2005 ini tercatat 1.990 orang harus dirawat di 14 Puskesmas di Pekanbaru, akibat terlalu banyak menghirup asap.

Data di Badan Pengendalain Dampak Lingkungan (Bapedal) Daerah Riau mengungkapkan titik api di daerah ini memang terus bertambah. Kemarin, terdapat hampir 650 titik api, yang tersebar di empat daerah, yakni Kabupaten Bengkalis 221, Siak, 103, Dumai 107 dan Pekanbaru 197 titik api.

Evalisa Siregar