Maskapai Penerbangan Siap Naikkan Tarif


Topik

TEMPO Interaktif, Jakarta:Meskipun kenaikkan bahan bakar minyak (BBM) tidak secara langsung mempengaruhi perusahaan penerbangan, tapi maskapai penerbangan siap menaikkan harga tiket pesawat.

Direktur Utama PT Bouraq Indonesia Airlines Danny R. Sumendap mengungkapkan, perusahaannya akan menaikkan tarif dalam waktu dekat. "Nggak sampai 10 persen," kata Danny di Jakarta kemarin, disela-sela rapat dengan Komisi Perhubungan DPR.

Namun, perusahaan masih menghitung-hitung dampak kenaikkan BBM yang berlaku per 1 Maret 2005 itu. "Kalau pengaruh pasti ada, tapi kami belum tahu sampai seberapa pengaruhnya. Kenaikan kan baru tiga hari, belum kami hitung," ujarnya.

Ketika ditanya mengapa perusahaan penerbangan harus menaikkan tarif, karena harga BBM jenis avtur yang digunakan pesawat tidak naik, Danny menjelaskan bahwa sehari-hari perusahaan juga menggunakan kendaraan operasional darat. "Sehingga kenaikan harga BBM itu mau tidak mau berpengaruh terhadap biaya operasional Bouraq," katanya.

Presiden Direktur PT Mandala Airlines Suhadi juga berencana untuk menaikkan tarif penerbangan. "Kalau nggak rugi dong," kata Suhadi pada kesempatan sama. "Tapi (kenaikkan) akan diberlakukan untuk penerbangan kelas menengah ke atas."

Saat disebutkan bahwa harga avtur tidak naik, dia hanya mengatakan, "Kalau sekarang memang belum, tapi kalau indeks harga avtur dunia naik, maka kami sesuaikan. Sekarang belum, tapi pasti nanti naik," katanya.

Seperti diketahui, pemerintah saat ini telah menyerahkan harga avtur, gas, dan minyak bakar ke mekanisme pasar, sehingga harga ketiga jenis BBM itu mengikuti harga di pasar dunia.

Presiden Direktur PT Lion Air Rusdi Kirana mengatakan, belum akan menaikkan tarif dalam waktu dekat. Pasalnya, dengan kondisi sekarang, perusahaan telah mendapat keuntungan yang cukup signifikan.

"Kalau kami naikkan tarif kami nggak berani. Itu justru akan membuat pasar semakin mengecil," katanya.

Suryani Ika Sari -

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X