Organda DKI Ajukan Kenaikan Tarif Senin Depan


TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekretaris Organisasi Perusahaan Angkutan Darat DKI Jakarta T.R. Panjaitan mengatakan, pihaknya baru akan mengajukan permohonan kenaikan tarif angkutan dalam kota pada Senin (7/2). "Kalau diberitahu sekarang akan resah," ujar Panjaitan di Balai Kota, Jakarta, Jumat (4/2).

Menurut dia, secara umum perhitungan tarif baru didasarkan pada biaya langsung dan tidak langsung. Biaya langsung merupakan biaya operasional seperti suku cadang, dokumen, dan perawatan kendaraan. Sedang biaya tidak langsung meliputi pendukung operasional seperti telepon, kantor, dan gaji karyawan.

Panjaitan mengaku, jika hanya memperhitungkan bahan bakar minyak (BBM), kenaikan tarif angkutan maksimal 13 persen. "Tapi kami memperhitungkan multiplier effect seperti spare part dan keausan ban," katanya.

Dia juga mengaku belum dapat memberikan angka pasti kenaikan ini. Pasalnya, Organda belum menerima masukan dari pengusaha angkutan tentang perkembangan harga berbagai barang pendukung. Dia menghimbau, sopir dan pengusaha tidak menaikan tarif terlebih dahulu. Panjaitan optimistis, keputususan Gubernur tentang tarif ini tidak akan memakan waktu satu bulan.

Ewo Raswa-Tempo

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film