Industri Bisa Dapat Minyak Murah dari Pangkalan Liar
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pangkalan minyak tanah liar mempunyai hubungan yang saling menguntungkan dengan sektor industri. "Makanya mereka tetap hidup", jelas Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus AKBP Agung Sabar Santoso kepada wartawan hari ini, Senin(7/3).
Pangkalan liar memperoleh minyak tanah yang disubsidi untuk rakyat dengan harga murah. "Industri dapat membeli minyak tanah tersebut dengan harga yang lebih murah dari pangkalan liar daripada harus membeli di Pertamina," kata Kepala Satuan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (Sumdaling) AKBP Ahmad Haydar yang mendampingi Agung.
Keuntungan lain yang dirasakan sektor industri dengan membeli di pangkalan liar adalah kemudahan membayar. "Mereka bisa utang dulu," kata Haydar. Selain itu, ia menambahkan, proses pengirimannya juga relatif lebih cepat.
Jumat (4/3) lalu, Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan di dua lokasi, Jalan Sarangbangau, Marunda, Jakarta Utara dan Jalan Cempaka, Kecamatan Jatisampurna, Bekasi.
Di lokasi pertama Polda menemukan 23 drum minyak tanah, 84 ton residu minyak hitam dan satu buah alkon (alat untuk memompa minyak dari satu tangki ke tangki lain).
Sedangkan di lokasi kedua ditemukan satu buah kontainer berisi minyak tanah dan sejenis minyak hitam yang dapat dipakai untuk mengoplos minyak tanah menjadi solar. Di lokasi itu juga ditemukan satu kontainer berisi bahan bakar jenis minyak hitam.
Indriani
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Metro
- Ahok Bahas Kenaikan Bayaran Guru Honorer
- Cegah Banjir, Wali Kota Jaksel Andalkan 5 Waduk
- Kamis Ini, Komnas HAM Panggil Jokowi
- Tarif Parsial Kereta Commuter Berlaku 1 Juni
- Pedagang Stasiun UI Ancam Tutup Jalur Kereta
- Sterilisasi Stasiun Ditargetkan Tuntas Pekan Depan
- Lalu Lintas Kereta Naik, Underpass Perlu Ditambah













