MUI Umumkan BreadTalk dan Hoka Hoka Bento Subhat


TEMPO Interaktif, Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengumumkan sejumlah produk yang bertebaran di Indonesia belum mendapat sertifikat halal, diantaranya adalah produk BreadTalk, Hoka Hoka Bento, dan Bir Bintang 0 persen alkohol. “BreadTalk dan Hoka Hoka Bento dinyatakan syubhat (meragukan) dan Bir Bintang 0 persen alkohol dinyatakan haram,” ujar Sekretaris Umum MUI, Dien Syamsudin, saat jumpa pers tentang produk-produk halal di Indonesia di kantor MUI, Jakarta, Selasa (8/3).

BreadTalk dan Hoka Hoka Bento dinyatakan syubhat karena pihak mereka tidak sanggup memberikan data-data yang dibutuhkan dalam kepentingan sertifikasi halal. Breadtalk sendiri, kata Dien, telah mengajukan sertifikasi halal ke Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika MUI (LPPOM-MUI), tetapi pengujiannya terhenti karena kurangnya data tersebut. “Sehingga masih dipertanyakan kehalalannya,” lanjut Dien.

Untuk produk Bir Bintang 0 persen alkohol, MUI jelas menyatakan haram karena MUI melihat adanya kesan penipuan etik dengan penciptaan opini seolah-olah produk tersebut tidak haram. “Malah setelah diteliti, masih ada kandungan alkoholnya,” ujar Zein Nasution, peneliti di LPPOM.

Sementara menurut Ketua LPPOM MUI, Aisjah Kirindra, produk Bir Bintang 0 persen alkohol dinyatakan haram karena masih menggunakan kata 'bir' pada nama produk. “Dari penelitian produk ini juga menggunakan flavor (rasa) yang mengandung khamar,” kata Aisjah.

Untuk Hoka Hoka Bento, menurut Zein, kemungkinan ada bahan arak merah yang digunakan.

Selain mengumumkan tiga produsen makanan dan minuman tersebut, MUI juga mengumumkan tujuh franchise yang sudah memperoleh sertifikat halal. Mereka adalah Mc Donald, Dunkin Donut's, Kentucky Fried Chicken, Texas Fried Chicken, Wendy's, Pizza Hut, dan Paparon's Pizza. ami afriatni

Komentar (10)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
kalau udah dibilang subhat , mendingan kita tinggalkan ,,,karena lebih baik mengambil resiko yang kecil dari pada yang besar,,,
0
0
Halal Mas........
0
0
Setuju Bgt.......Kalo emang itu dah Ijma para Ulama. N Kalo gak ada hukum yang jelas kasihan Umat....N biar Para pengusaha Makanan & sbgnya tau bahwa diindonesia tercinta semua ada Aturannya....Buat MUI jangan takut untuk buat Ijma tentang Hukum haram, Halal, subhat deelel.
0
1
bagi yang merasa tidak ada masalah silahkan teruskan,bagi yang ragu-ragu sebaiknya tinggalkan ok!
0
0
setuju,publish terus..modal enak az g nyukup..apalagi kebanyakan cstmer orang indonesia yg mayoritas muslim..hukum halal ato haram tidak bisa diganggu gugat..Halal bukan hanya buat label supaya masy percaya,tp pihak MUI harus benar-benar mengaudit scra jeli tanpa unsur skandal..jangan biarkan masy indonesia masuk neraka gara_gara makanan..ingat,dr yg meracik,memasak,menyajikan,mengantarsmpai yang makan itu akan haram juga..cayanx donx..mw makan az musti bismilah,nah klo makanannya haram...percuma oyy..thanxxss
Selanjutnya
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X