Topik
Ahli BPPT : TPST Bojong Sebaiknya Direlokasi
TEMPO Interaktif, Jakarta:Tim independent DPR mengaku sudah merumuskan hasil kajian persoalan TPST Bojong, namun mereka diingatkan kembali untuk segera menyelesaikan masalah ini. Agar persoalan ini juga tidak semakin berlarut-larut dan berdampak negatif pada masyarakat.
Menurut salah satu peneliti dari BPPT Joko Heru Mantono dalam temu wicara Kampanye Masyarakat Sadar LIngkungan di Aula Bahari Kantor Walikota Jakarta Utara, Kamis (24/3), persoalan TPST ini belum selesai. "Dari DPRD dan DPR pun belum memberi keputusan yang menguntungkan semua pihak. Legislatif harus segera menyelesaikan masalah ini,"kata Joko.
TPST Bojong harus dikaji ulang. Karena memang sejak awal belum dibuat studi kelayakan yang baik dan benar. Menurut Joko, konsep di TPST Bojong ini cukup bagus namun aspek kelayakan dengan berbagai syarat ini yang diabaikan. Amdal sosialnya TPST Bojong ini pun harus dipertanyakan pula.
Joko menyatakan bahwa lebih baik TPST Bojong pun direlokasi namun tempat penggantinya pun harus diperhatikan studi kelayakannya. "Dimanapun tempat tetap harus ditinjau dulu studi kelayakannya,"katanya.
Joko mengingatkan dengan pengelolaan sampah yang sekarang ini dilakukan di Bantar Gebang dalam waktu 2-3 tahun akan penuh. Oleh karenanya, maka perlu pemikiran yang lebih serius dalam pengelolaan sampah ini. Perlu dipikirkan kemungkinan terburuk pengelolaan sampah di Bantar Gebang untuk warga Jakarta mendapat penolakan.
"Coba kalau sekarang ada penolakan dari masyarakat di sekitar Bantar Gebang. Apalagi belum ada pengganti untuk TPST Bojong. Akan dibawa kemana pula sampah warga DKI,"ujarnya.
Hingga kini warga ibukota ini per harinya menghasilkan 6000 ton sampah, dan 65 persen diantaranya merupakan sampah organik seperti daun, sisa dapur, sisa makanan yang menimbulkan bau tidak sedap. Alternatif yang ditawarkan untuk mengurangi sampah yakni dengan mengolahnya menjadi kompos. Sayangnya untuk kegiatan ini, masih mendapatkan beberapa kendala yakni memerlukan lahan yang luas dan waktu yang cukup lama untuk membentuk menjadi kompos.
Sebelumnya, tim bentukan yang diketuai Sonny Keraf meminta agar status quo persoalan TPST Bojong ini diperpanjang. Semua pihak diminta tetap tenang untuk itu. Hari ini hampir saja terjadi bentrokan antar dua massa di lokasi TPST Bojong.
Dian Yuliastuti





