“Penundaan Penjualan Obligasi Valas Tak Akan Pengaruhi APBN”
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie mengatakan, penundaan itu tidak akan mempengaruhi pos-pos penerimaan.
Apalagi, penundaan itu tidak akan berlangsung lama, karena hanya ditunda sampai harga di pasaran internasional membaik.
Seperti diketahui, pemerintah menunda penerbitan obligasi internasional untuk jangka waktu yang tidak ditentukan karena kondisi pasar internasional sedang mengalami kelesuan. Semula, pemerintah berencana untuk menerbitkan obligasi valas senilai US$ 1 miliar pada kuartal pertama tahun ini.
"Dalam menerbitkan ini kami mencari the best momentum. Jangan sampai biaya-biaya nanti terlalu mahal," kata Menteri Keuangan Jusuf Anwar kepada wartawan di Departemen Keuangan, Jakarta hari ini.
Jusuf menjelaskan, kondisi pasar internasional saat ini mengalami kerontokan karena bank sentral Amerika Serikat (The Fed) kemarin telah menaikan suku bunganya sebesar 25 basis poin atau 0,25 persen menjadi 2,75 persen. "Ini berarti total biayanya akan menjadi besar kalau tetap ke market sekarang ini," katanya.
Pemerintah sebelumnya sangat optimistis dengan rencana penjualan obligasi internasional ini, karena membaiknya kondisi Indonesia seperti kenaikan peringkat utang Indonesia, yakni dari B menjadi B+. Juga keluarnya Indonesia dari daftar negara yang tidak koperatif dalam tindak pidana pencucian uang, serta perkembangan pasar modal yang menembus rekor.
Bahkan, Menteri Keuangan juga optimis dengan tim penjajakan obligasi valas. Jusuf kemarin mengatakan, investor di New York dan London menyambut baik rencana penerbitan itu. Namun, akhirnya pemerintah lebih memutuskan untuk menunda penjualan obligasi tersebut, setelah bank sentral AS menaikkan suku bunga yang menyebabkan bursa-bursa du dinia pada rontok.
Evy Flamboyan Minanda - Tempo
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- Pengusaha Mebel Ingin Kepastian Harga BBM
- SBY Masih Rahasiakan Soal Menteri Keuangan Baru
- Pasar Kosmetik Ditargetkan Tembus Rp 11 Triliun
- Hatta Tanda Tangani Surat Pemberhentian Oknum Pajak
- ASEI Raih Peringkat BBB- Dari Fitch Ratings
- Merek Asli Indonesia Bakal Bangkit Lagi
- Harga Properti Kelas Menengah Melambung













