Jaringan Listrik di Nias dan Simeuleu Rusak


Grafis Terkait

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengatakan pasokan
bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Nias dan Pulau Simeuleu yang dilanda gempa terganggu.
Untuk Pulau Nias, depo BBM yang terletak di dermaga mengalami kerusakan, termasuk pipa
dari dermaga ke tanki. Di Pulau Simeuleu, kondisinya juga memprihatinkan, karena pulau ini
tidak memiliki depo BBM. "Karenanya kebutuhan BBM di pulau ini harus didatangkan dengan
kargo dari Pulau Sumatera," kata Purnomo kepada pers di Kantor Kepresidenan, Selasa 29/3).

Gempa berkekuatan 8,2 skala Richter, Senin (28/3) malam mengguncang kedua pulau tersebut.
Akibat musibah ini, kondisi jaringan listrik di Pulau Simeuleu rusak. Di Nias, diesel
berkekuatan 800 megawatt rusak, sehingga terjadi pemadaman listrik. Menurut Purnomo
pemerintah akan mengirimkan diesel pembangkit listrik ke kedua pulau ini.

Getaran gempa, lanjut Purnomo, juga mengakibatkan kerusakan di PLTG Belawan di Medan,
Sumatera Utara. Akibatnya, pembangkit listrik berkekuatan 800 megawatt itu hanya mampu
memasok sekitar 300 megawatt. "Terjadi pemadaman listrik di kota Medan," katanya.
Pemerintah telah menugaskan tim teknis dari PLN untuk melakukan perbaikan.

Meski kekuatan gempa cukup besar, Purnomo mengatakan, LNG Arun di Aceh dalam kondisi aman.
"Proses pengiriman LNG tetap berjalan," kata dia. Sedangkan instalasi penyulingan minyak
(refinary) di Dumai juga berjalan lancar.

Di Kantor Kepresidenan, Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto mengatakan, terjadi kerusakan
infrastruktur di kedua pulau. Namun ia mengaku, belum memperoleh informasi mengenai rincian
kerusakan di Pulau Simeuleu. Ini terjadi karena jalur telekomunikasi ke pulau itu tidak ada.
"Waktu saya kontek ke Banda Aceh mereka (Dinas Pekerjaan Umum) juga belum bisa memberikan
gambaran mengenai kerusakan di Simeuleu," kata dia.

Sedangkan untuk Nias, kata dia, kerusakan infrastruktur meliputi jalan dari pelabuhan udara
ke pusat kota, enam jembatan hancur, serta rusaknya pipa penyalur air bersih. "Tapi
instalasi air bersihnya masih berfungsi," kata dia. Ia mengaku telah menugaskan petugas
Dinas Pekerjaan Umum untuk segera melakukan perbaikan termasuk mengirimkan empat unit
instalasi air bersih yang dapat dipindahkan.

Untuk perbaikan jalan di kedua pulau, kata dia, pemerintah tengah menginventarisir alat
berat yang telah digunakan di Aceh pascagempa lalu. Saat ini, ada tiga excavator dan
dua loader untuk dikirim ke Nias. Untuk Simeuleu, kata dia, pemerintah juga akan
mengirimkan alat berat yang dibutuhkan setelah informasi mengenai kondisi di lapangan
diperoleh. "Secepatnya kami kirimkan," kata dia.

Budi Riza-Tempo

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X