Obligasi Senilai Rp 500 Miliar Diterbitkan
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Ekspor Indonesia (BEI) menerbitkan obligasi senilai Rp 500 milliar, Obligasi Bank Ekspor Indonesia II 2005 namanya. Ini adalah obligasi ke 2 yang diterbitkan oleh BEI , sebelumnya tahun 2003 menerbitkan sebesar Rp 300 milliar yang akan jatuh tempo pada Juli 2008. "Ini adalah bagian dari strategi untuk menggalang dana masyarakat,"ujar Direktur Utama BEI, Arifin Indra, dihadapan investor yang hadir dalam acara Due Diligence Meeting and Public Expose Bank Ekspor Indonesia, Selasa (29/3).
Walaupun obligasi tahun 2003 sampai 2008 belum selesai, Arifin tetap optimis dengan strategi ini. Asal dana obligasi tersebut dipakai untuk yang produktif, menghasilkan bunga dan rasionya bagus. "Kita kan harus growing,"ujarnya.
Obligasi BEI diterbitkan tanpa warkat yang terdiri dari 4 seri. Seri A, dengan jangka waktu 370 hari dengan indikasi kisaran bunga antara 7,625 sampai 8,25 persen pertahun. Seri B, dengan jangka waktu tiga tahun dengan indikasi kisaran bunga antara 10 sampai 10,625 persen pertahun. Sedangkan seri C dengan jangka waktu empat tahun indikasi kisaran bunga antara 10,375 sampai 11 persen pertahun. Seri D dengan jangka waktu lima tahun dengan indikasi kisaran bunga antara 10,50 sampai 11,125 persen pertahun. Nilai emisi untuk masing-masing seri akan ditentukan kemudian, tergantung pada hasil bookbuilding.
BEI hanya menerbitkan Sertifikat Jumbo Obligasi yang didaftarkan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia. Pencatatan atas obligasi yang ditawarkan ini akan dilakukan pada Bursa Efek Surabaya dengan PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan PT Bank Mega Tbk sebagai Wali Amanat.
Dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi akan digunakan untuk pembiayaan aktiva produktif, antara lain pembiayaan transaksi keuangan luar negeri (trade financing) dan pembiayaan investasi berorentasi ekspor.
Menurutnya, meskipun Rp 500 milliar akan digunakan sepenuhnya untuk menambah pembiayaan, dana itu akan habis secara mudah. "Gampang, kita malah pernah sampai 12 triliun," katanya.
Dian I
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- Pengusaha Mebel Ingin Kepastian Harga BBM
- SBY Masih Rahasiakan Soal Menteri Keuangan Baru
- Pasar Kosmetik Ditargetkan Tembus Rp 11 Triliun
- Hatta Tanda Tangani Surat Pemberhentian Oknum Pajak
- ASEI Raih Peringkat BBB- Dari Fitch Ratings
- Merek Asli Indonesia Bakal Bangkit Lagi
- Harga Properti Kelas Menengah Melambung













