Saksi: Adiguna yang Tempelkan Pistol


TEMPO Interaktif, Jakarta: Persidangan kasus pembunuhan Rudi Natong dengan terdakwa Adiguna Sutowo digelar dengan menghadirkan saksi Werner Saferna alias Wewen, 36 tahun, seorang pengunjung bar. Werner menegaskan orang yang menempelkan pistol ke tangan kanannya dari arah samping beberapa detik setelah terjadinya penembakan terhadap Rudi, adalah terdakwa Adiguna Sutowo. "Betul Adiguna yang menempelkan pistol ke saya. Saya ingat betul karena saya mengenalnya sebagai seorang publik figur," katanya dalam sidang di Pengadilan Negeri Pusat, Kamis (31/3).

Werner menjelaskan, ia tidak melihat wajah pelaku penembakan karena pada saat itu posisinya dengan terdakwa bersampingan dalam jarak setengah meter. Pada saat ia hendak memesan minuman di bar. "Saya tidak tahu pasti apakah Adiguna yang meletuskan senjata api, tetapi letusan berasal dari tempat Adiguna duduk," katanya.

Hakim berkali-kali bertanya untuk menegaskan apakah benar orang tersebut adalag terdakwa Adiguna Sutowo. "Tidak confused bahwa yang bersangkutan adalah Adiguna. Ini menyangkut nasib orang," ujar anggota Majelis Hakim, Mulyani. "Saya yakin karena posisinya dekat sekali dari saya, ia menempelkan dari sebelah kiri saat saya berdiri," ujarnya.

Werner yang pergi ke Island bar pada malam tahun baru 2005, karena ingin melihat Disk Jockey (DJ) Fauzi Naro. Sebelum terjadi penembakan, dia melihat terdakwa Adiguna meletakan senjata api berwarna keperakan di meja bundar DJ, yang berjarak enam meter dari meja bar. "Saya tidak tahu siapa yang mengambil pistol itu, tapi beberapa detik setelah penembakan Adiguna masih mengarahkan pistol ke korban sebelum diserahkan secara paksa ke saya," tegas Werner.

Setelah menerima pistol, Werner panik dan langsung memasukan pistol yang masih berisi peluru tersebut ke saku kanan celananya karena ia takut orang-orang akan menuduhnya sebagai pelaku dan massa akan menghakiminya. Enam hari kemudian, ia menyerahkan pistol dan empat peluru kepada polisi. "Saya panik hingga hari kelima karena baru pada saat itu saya melihat orang dibunuh," ujarnya.

Ia menceritakan korban Rudi Natong roboh dalam keadaan telentang berjarak setengah meter dari terdakwa. Ia melihat mata korban terbelalak, kejang-kejang dan menggelepar.

Badriah

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X