Pasar Uni Eropa Terbuka Bagi Indonesia
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pasar Uni Eropa sangat terbuka terhadap produk-produk Indonesia, terutama tekstil, makanan dan minuman. Menurut Ketua Delegasi Komisi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan Timor Leste, Jean Breteche, Uni Eropa ingin bekerjasama dengan Indonesia. "Sebab situasi politik dan ekonomi di Indonesia makin stabil sangat mendukung. Kondisi ini sangat menggembirakan, karena akan membuka peluang lapangan kerja,"kata Breteche dalam acara penandatanganan kontrak kerjasama dengan IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) di Jakarta, Kamis (31/3).
Kerjasama ekonomi yang diinginkan Uni Eropa, menurut Breteche, terutama bidang perdagangan, dan memberikan bantuan teknis dan quality control terhadap produk-produk Indonesia yang akan masuk ke Eropa. "Nilai ekspor Indonesia ke Uni Eropa hingga kini mencapai 10 persen, sementara impor Indonesia dari Uni Eropa berkisar 4,5 persen,"katanya.
Ketua Umum IWAPI, Suryani Motik, menyambut suka cita tawaran itu. "Kami sangat senang dengan kepercayaan Uni Eropa terhadap IWAPI untuk me-manage dana yang diberikan kepada kami kurang lebih senilai Rp 2 milyar,"katanya. Dana sebesar itu, menurut Suryani, akan disalurkan kepada anggota IWAPI di berbagai daerah dalam bentuk pelatihan.
Dalam waktu dekat IWAPI akan memberikan berbagai pelatihan kepada anggota dan para pengusaha UKM (Usaha Kecil Menengah). Daerah yang dipilih terutama yang memiliki pangsa pasar Eropa. Antara lain : Jawa Barat, dianggap menjadi salah satu pusat perajin keramik, yang sangat diminati oleh konsumen di Denmark ; Yogyakarta. punya potensi perajin-perajin handal di bidang kulit. "Para perajin perlu mendapatkan bantuan, karena kalau tidak, mereka akan mati. Perancis adalah negara yang mempunyai teknologi penyamakan kulit terbaik,"katanya.
Daerah lain, Bali. Uni Eropa akan memberikan bantuan teknis dan quality control agar produk-produk susu dari Bali bisa ditingkatkan kwalitasnya. Menurut Suryani, IWAPI mempunyai anggota 16 ribu yang tersebar di seluruh propinsi di Indonesia. Dari jumlah tersebut hanya 12 persen anggota IWAPI yang bisa menembus pasar ekspor. "Kami akan mendorong seluruh anggota IWAPI memanfaatkan peluang Uni Eropa yang dibuka lebar-lebar,"katanya.
Choirul Aminuddin
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Lepas Empat Istrinya, Eyang Subur Tak Perlu Cerai
- Muslim Myanmar Hanya Boleh Punya 2 Anak
- Djokovic Bisa Jegal Nadal di Semifinal
- Saksi Penyerangan Cebongan Tak Mau Beri Keterangan
- MI5 Dituding Coba Rekrut Tersangka Kasus Woolwich
- Bupati Aceh Utara Dianggap Berpikiran Sempit
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura
Berita Utama Bisnis
- Ini Lima Fokus Agus Marto sebagai Gubernur BI
- Sistem Jaringan Bandara Soetta Alami Gangguan
- Agus Marto Dilantik Jadi Gubernur Bank Sentral Hari Ini
- Harga BBM Naik, Golkar Setuju Ada BLSM
- UMR Naik Diklaim Bikin UKM Tutup
- Gerindra Tak Bangga Ekonomi Tumbuh 6,2 Persen
- Krakatau Steel Pastikan Proyek Posco Tetap Lancar













