Hatta dan Moeslim Punya Peluang Besar


TEMPO Interaktif, Jakarta:Mochtar Pabotinggi, pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan tidak ada kandidat ketua umum PAN yang menonjol. Semua kandidat menurutnya masih dalam level yang sama. Tapi ada dua nama, Hatta Radjasa dan Moeslim Abdurrahman yang menurutnya memiliki sedikit kelebihan dari kandidat yang lain.

Hatta Radjasa memiliki kemungkinan untuk menang lebih besar dalam pemilihan ketua umum PAN di Semarang 7-10 April 2005. Menurutnya hal ini disebabkan oleh dua kelebihan yang dimilikinya. "Dia (Hatta) mengetahui birokrasi, akrab di birokrat dan PAN,"katanya.

Moeslim Abdurrahman, menurutnya, mempunyai pemikiran-pemikiran segi keislaman yang modernis dan cukup liberal yang bagus. "Bahkan lebih baik dari Pak Amien,"kata Mochtar. Muslim, dapat menggalang massa PAN yang berasal dari Muhammadiyah, karena dia adalah orang dalam Muhammadiyah.

Mengenai jabatan ganda yang mungkin akan dijabat Hatta Radjasa, Mentri Perhubungan dan Ketua Umum PAN, jika terpilih nanti, menurut Mochtar, tergantung dengan Hatta yang ingin dianggap etis atau tidak. "Telah ada orang yang memberikan contoh sangat bersinar mengenai double jabatan. Pak SBY dan juga Hidayat Nur Wahid,"katanya.

Mengenai perkembangan PAN ke depan, menurutnya hal ini tidak tergantung dengan siapa yang menjadi ketua umum. "Tergantung apakah PAN berhasil membersihkan dirinya dari korupsi,"katanya. Karena, menurut Mochtar, ada beberapa anggota PAN yang telah menjual prinsipnya dengan mudah. "Dan melupakan amanah dan ketulusan terhadap masyarakat,"katanya tanpa menyebut nama orang yang dimaksud.

Tri Susanti Simangunsong

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X