One Man One Vote di Kongres PAN
TEMPO Interaktif, Jakarta:Berbeda dengan Konggres PDI perjuangan di Bali, sistem pemilihan ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) pada kongres kedua di Semarang nanti, dipastikan menggunakan model one man one vote. Jika dalam pemilihan belum ada yang meraih suara di atas 50 persen, maka akan dilakukan pemilihan putaran kedua yang diikuti oleh dua kandidat peraih suara terbanyak. Hingga saat ini, sudah empat nama yang terdaftar sebagai calon resmi ketua umum PAN.
Menurut Wakil Sekjen PAN yang juga
koordinator seksi pendaftaran calon ketua umum PAN
dalam kongres Semarang, Muhammad Najib, sesuai ketentuan yang dipakai berdasar draft yang ada,
pemilihan ketua umum akan menggunakan mekanisme one
man one vote dan tidak menggunakan pola blocking. "Sehingga dimungkinkan dalam satu DPD atau DPW suaranya bisa terpecah. Dan pemilihan bisa berlangsung dua putaran jika dalam putaran pertama ternyata tidak ada yang meraih suara di atas 50 persen," kata Najib.
Empat orang kandidat yang sudah memenuhi persyaratan sebagai ketua umum, berdasarkan peringkat : Soetrisno Bachir, Hatta Radjasa, Fuad Bawazier dan Didik J
Rachbini. "Daftar calon tersebut bisa bertambah sebab pendaftaran baru ditutup sehari setelah kongres dibuka. Yang resmi baru empat itu,"katanya.
Syaiful Amin
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Abah Landoeng, Kakek Relawan Anti-Korupsi
- Inilah Skuad Belanda untuk Hadapi Indonesia
- Kak Seto: Darin Mumtazah Harus Diperlakukan Khusus
- Kasus Blok A, Ahok Tak Gentar Hadapi Djan Faridz
- Pembunuh Tentara Dituntut 14 Tahun 6 Bulan Penjara
- Dua Kakek Bersaing Menjadi Pendaki Everest Tertua
- Gita Wirjawan Rajin ke Daerah, Bekal Nyapres?













