15 Anggota BPPKB Ditahan

TEMPO Interaktif, Jakarta: Polisi menahan 15 orang dari kelompok yang menamakan diri Badan Pembina Potensi Keluarga Banten, karena mereka bermaksud mendatangi kantong massa Forum Betawi Rembuk (FBR), Rabu dini hari (6/4). Hingga kini, polisi masih bersiaga mencegah kemungkinan bentrok kedua belah pihak.

Kepala Satuan Reserse Kriminal, Reskrim Polres Jakarta Utara Komisaris Polisi Trisna Murti, mengungkapkan hal ini tadi siang. "Kami sudah menahan 15 orang dari BPPKB, barang bukti berupa senjata tajam, parang, dan golok juga kami sita," kata Trisna Murti.

Kejadian ini berawal dari 100-an massa BPPKB yang berkumpul di daerah Cilincing, bermaksud menyisir wilayah tersebut. Namun polisi sudah mengantisipasi dengan mengerahkan 300 personel dan berusaha mencegah kekerasan.

Massa kemudian berkonvoi dengan kawalan polisi di daerah Cilincing tersebut. Massa juga merobohkan sebuah posko FBR dan meneruskan konvoi ke daerah Sungai Bambu di dekat posko FBR lainnya. Massa kembali menggulingkan sebuah posko di daerah Kencana Sungai Bambu.

Untuk mencegah situasi semakn memanas, polisi kemudian membubarkan massa BPPKB. Namun mereka berkeras menolak membubarkan diri. Polisi memberikan tembakan peringatan namun tidak dihiraukan massa. Polisi kemudian bertindak dan terjadi bentrokan antara polisi dan massa. Satu orang terluka dan dirawat di RSUD Koja.

Senin malam (4/4), kedua pihak sudah dipertemukan polisi dan mereka sepakat saling menahan diri. Polisi akan menindak mereka yang telah mebacok dalam bentrokan Minggu malam lalu (3/4).

Yuliastuti