KPK Temukan Dugaan Korupsi di Luar Pengadaan Logistik Pemilu
TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan dugaan korupsi di tubuh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di luar lima bidang pengadaan logistik yang sebelumnya sudah diusut KPK.
"Kami masih mempunyai informasi tentang dugaan korupsi di luar lima bidang itu dan sedang kami telusuri," ujar Ketua KPK Taufiequrrahman Ruki, seusai mengikuti sidang kabinet, Kamis (28/4).
Namun Ruki belum bersedia menjelaskan di bidang apa saja korupsi itu terjadi. Tetapi ia memastikan akan ada tersangka baru menyangkut dugaan tersebut.
KPK, lanjutnya, akan terus melakukan pemeriksaan tanpa menunggu hasil audit BPK, yang saat ini sedang diperiksa DPR. "Tidak, kami tidak akan menunggu, pemeriksaan bisa dilakukan paralel atau simultan, agar tidak ketinggalan," ungkapnya.
Ia mengungkapan kasus Mulyana menjadi entry point (pintu masuk) bagi KPK untuk masuk ke KPU dan terus mengungkap apa yang sesungguhnya terjadi di KPU.
Walaupun KPK mengakui KPU memiliki jasa besar dalam proses pelaksanaan pemilu, namun korupsi yang terjadi di tubuh KPU merupakan masalah hukum, bukan politik. KPK menilai pemilu dengan korupsi di KPU, dua hal yang berbeda tanpa harus melegitimasi pekerjaan dan hasil yang telah diperoleh. Karena itu KPU akan terus menelusuri dugaan-dugaan korupsi di tubuh KPU.
Pada kesempatan itu Ruki mengungkapkan kasus Mulyana akan terus dikembangkan terutama guna mengetahui sumber uang yang digunakan Mulyana menyuap dan mengapa orang-orang memberikan dana tersebut.
sunariah


