UNDP Libatkan Korban Tsunami Dalam Rekontruksi Aceh
TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Badan dunia untuk program pembangunan UNDP merekrut para warga yang menjadi korban bencana tsunami dalam program rekonstruksi wilayah Aceh. Mereka antara lain direkrut sebagai tenaga kerja pembersihan dan proyek daur ulang sisa tsunami.
Imogen Wall, Staf Pers dan Informasi UNDPmengungkapkan, saat ini jumlah warga yang dipekerjakan mencapai 12.000 orang lebih dari 30 ribu pekerja yang ditargetkan untuk proyekpembersihan puing-puing tsunami, pembersihan sawah dan sungai.
Proyek daur ulang, kata Imogen, berlokasi di Kampung Jawa, Baiturrahman, Banda Aceh. Proyek ini telah memperkerjakan 250 orang yang bertugas mengumpulkan sampah-sampahh sisa tsunami yang bisa didaur ulang, seperti kayu, besi reruntuhan dan plastik. ”Sekitar 70 persen dari sampah yang tersisa masih dapat digunakan dalam rekontruksi,” kata dia dalam jumpa pers di Media Center Infokom, Banda Aceh (29/4).
Dalam waktu dekat, UNDP juga akan mengembangkan proyek ini di Meulaboh, Aceh Barat. Ia memastikan, semua pekerja yang direkrut adalah mereka yang menjadi korban tsunami, maupun yang kehilangan pekerjaannya. ”Bisa mendukung mereka bekerja kembali,” ujar Imogen.
Dalam pembangunan sekitar 9.000 unit rumah, UNDP bekerja sama dengan UN-Habitat, dengan alokasi dana sekitar US$ 36.1 juta. ”Sekitar US$ 10 juta didanai oleh UNDP.”
Menurut Imogen, dalam pembangunan rumah tersebut UN-Habitat akan bekerja sama dengan pemerintah lokal, dalam menyediakan pembayaran tunai untuk pembangunan maupun pemukiman baru. Penyedia fasilitas di tingkat lokal nantinya akan menangani konsultasi masyarakat, untuk menentukan siapa yang behak menerima bantuan.
”Kami menggunakan para fasilitator di kecamatan, 48 persen dari seluruh kecamatan di Aceh sudah kami cover,” sebut Imogen. Adi Warsidi





