Kebutuhan Semen Naik 10 Persen
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kebutuhan semen tahun ini diprediksi akan naik 10 persen dibanding tahun lalu. Pemicunya, menurut Direktur Industri Kimia Hilir Departemen Perindustrian F. Tony Tanduk adalah pembangunan jalan tol, program sejuta rumah, renovasi rumah, dan pembangunan real estate.
Namun ia yakin, dengan produksi sebesar 33 juta ton per tahun, produsen semen dalam negeri dapat memenuhi kenaikan permintaan. Apalagi kapasitas terpasang pabrik masih sebesar 47,4 juta ton per tahun. “Selain itu ekspor akan disesuaikan dengan kebutuhan dalam negeri,” ujarnya, Senin (2/5).
Ia juga menegaskan, selama ini tidak pernah terjadi ketimpangan antara produksi dengan kebutuhan semen dalam negeri. Indonesia sendiri merupakan penghasil semen terbesar kedua di ASEAN.
Peringkat pertama diduduki Thailand sebesar 55,3 juta ton per tahun, disusul Indonesia 33 juta ton per tahun, lalu Malaysia 28,3 juta ton per tahun, Filipina 26,7 juta ton, Vietnam 23 juta ton per tahun, dan Brunei Darussalam 550 ribu ton per tahun.
Ia menambahkan peningkatan pasokan semen dapat dilakukan dengan tiga cara. Pertama mengoptimalkan kapasitas pabrik, kedua memperluas kapasitas dengan membangun pabrik baru, dan ketiga membangun pabrik baru dengan investor baru.Riska S. Handayani
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Kejaksaan Tetap Akan Eksekusi Bupati Aru
- Jusuf Kalla Kembali Terpilih Jadi Ketua CAPDI
- FOTO: Jelang Waisak, Samanera Cuci Patung Budha Tidur
- Gadis Pemotong 'Burung' Dijerat Pasal Penganiayaan
- Pria Ini Bergulat dengan Pithon Sepanjang 5,4 M
- Kementerian Kehutanan Gandeng TNI untuk Merehabilitasi Hutan
- Rekaman Paus Berdoa Usir Setan Dibantah Vatikan













