indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Air PDAM Terkontaminasi Bahan Kimia


TEMPO Interaktif, Tangerang:Teka-teki tentang tercemarnya air PDAM Kota Tangerang yang mengalir ke perumahan Banjar Wijaya, Cipondoh karena bahan kimia terjawab setelah pihak PDAM mendapat jawaban hasil tes laboratorium di Sentra Teknologi Polimer (STP) Puspitek Serpong dan laboratorium SMAKBO I di Bogor.

Hasil laboratorium itu menunjukkan bahwa pipa PVC dan
tanah yang mengalirkan air kepada 2.200 pelanggan
di Banjar Wijaya terkontaminasi bahan kimia chloro
acetic acid esther
. Bahan kimia itu setelah diteliti
merusak pipa menjadi lembek, rapuh, pecah dan berwarna hitam.

Kerusakan pipa ternyata mencapai panjang 24 meter.
Namun menurut Direktur teknik PDAM Tirta Darma, Yogie Patriana Alsyah, Selasa (3/5), saat ini sudah kembali normal karena PDAM telah mengganti dengan pipa baru.

Yogie menyatakan senyawa kimia itu belum diketahui
asalnya dari mana. Namun, PDAM akan mencari pipa jenis lain yang tahan terhadap senyawa kimia. "Kami akan upayakan dari supplier untuk mendatangkan pipa yang lebih bagus,"kata Yogie.

Pipa air ke arah Banjar Wijaya pecah. Kerusakan itu
mempengaruhi pasokan air ke rumah warga. Pipa bocor di daerah Banjar Wijaya sudah terhitung tiga kali ini dalam sebulan terakhir. Titik kebocoran pipa juga terletak pada lokasi yang sama.

Selain tersandung masalah pipa bocor, PDAM Kota
juga mengkhawatirkan kondisi Bendung Pintu Sepuluh di
Sungai Cisadane. Sebab tiga pintu di bendungan itu
bocor, dan sementara waktu hanya disumpal dengan karung berisi pasir.

Jika dalam kurun dua bulan Pemerintah Provinsi Banten
tidak lekas memperbaiki, maka sekitar 13 ribu
pelanggan air dari PDAM Kota Tangerang terancam tidak
bisa mengkonsumsi air bersih. Terhadap itu, Direktur umum PDAM, Muharram sudah menyurati Pemerintah Propinsi Banten melalui Wali Kota Tangerang. Tetapi sampai saat ini belum ada perbaikan yang berarti. "Terus terang kami harap-harap cemas, mendesak supaya segera diperbaiki," kata Muharram.

Ayu Cipta

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X