Pertamina Serius Ikut Tender Pipanisasi Gas di Jawa
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Pertamina serius mengikut tender ruas transmisi dan wilayah jaringan distribusi gas bumi untuk jalur Cirebon- Semarang sepanjang 290 kilometer dan Semarang-Gresik sepanjang 390 kilometer. Tender ini akan dibuka pemerintah mulai 25 Mei ini.
Wakil Direktur Utama Pertamina Mustiko Saleh menyatakan komitmen tersebut kepada pers kemarin. "Soal pendanaan, kami bisa cari," kata Mustiko.
Pertamina saat ini memang berusaha mengembangkan kegiatan usaha hilir migas, termasuk transportasi gas melalui pipa. Jika Pertamina jadi mengikuti tender tersebut, badan usaha milik negara ini akan bersaing ketat dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk.
Menurut Mustiko, Pertamina memiliki peluang cukup baik karena perusahaan memiliki banyak lapangan gas di Jawa, seperti lapangan Cepu di Bojonegoro dan lapangan lainnya di Jawa Timur serta di Jawa Barat. Ia meyakini, penjualan gas di Jawa cukup prospektif di masa mendatang.
Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Kegiatan Usaha Hilir (Batur) Migas Tubagus Haryono mengatakan, hingga kini sedikitnya ada tiga perusahaan yang menyatakan komitmennya untuk mengikuti tender.
Selain PT Pertamina, kata dia, peminat yang juga serius adalah PT PGN Tbk dan PT Kereta Api Indonesia. "Badan belum membuka tender ini. Senin depan, saya akan membentuk tim persiapan tender," ujarnya.
Rencananya Batur akan membuka tender pada 25 Mei ini. Tahap penentuan pemenang bisa dilakukan sekitar 6 bulan mendatang atau pada November. Setelah itu, tahap konstruksi proyek bisa dilakukan pada awal 2006.
Tubagus menjelaskan, ada dua persyaratan bagi badan usaha yang berminat mengikuti tender pipanisasi gas ini. Pertama, wajib berbadan hukum Indonesia dan kedua memperoleh izin usaha dari pemerintah, dalam hal ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sementara itu, masa berlaku hak khusus yang akan diberikan kepada si pemenang bergantung pada masa berlaku izin usaha yang dimilikinya.
Pemerintah sedang serius meningkatkan konsumsi gas alam di dalam negeri. Ketergantungan terhadap bahan bakar minyak sebagai energi primer sedikit demi sedikit akan dikurangi.
Karena itu, untuk memperbanyak ketersediaan gas di dalam negeri melalui pipa, pemerintah juga berencana mengeluarkan insentif untuk komoditas gas bersama batu bara.
Apalagi saat ini konsumsi bahan bakar minyak masih mendominasi sumber energi di Tanah Air, sekitar 60 persen.
Tahun ini produksi gas Indonesia mencapai 8,5 miliar kaki kubik. Sedangkan pada 2010 ditargetkan bertambah menjadi 12 miliar kaki kubik.
Muhamad Fasabeni - Tempo
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
Berita Utama Bisnis
- Harga BBM Naik, Golkar Setuju Ada BLSM
- UMR Naik Diklaim Bikin UKM Tutup
- Gerindra Tak Bangga Ekonomi Tumbuh 6,2 Persen
- Krakatau Steel Pastikan Proyek Posco Tetap Lancar
- Dahlan Minta Konsep Jalan Layang Tol Dimatangkan
- KRL Mania: Tarif Progresif Untungkan Konsumen
- Dahlan: Lima Holding Saja Sudah Alhamdulilah














