Walhi Jawa Tengah Tolak Pembangunan PLTN Muria

TEMPO Interaktif, Solo:Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Tengah mengkampanyekan penolakan atas rencana pemerintah untuk menghidupkan kembali proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Gunung Muria, Jepara, Jawa Tengah.

Menurut Deputi Walhi Jawa Tengah Adi Nugroho, alasan pendirian PLTN untuk mengatasi energi di Jawa dan Bali, dinilai mengada-ada. Sebab, potensi sumber daya energi alternatif di luar PLTN masih berlimpah.

“Kita memiliki sumber daya micro hydro, panas bumi, diesel, minyak, gas bumi dan batu bara, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal," ujarnya, Senin (9/5).

Menurut dia, pihaknya mendapat informasi bahwa proyek PLTN akan mulai ditenderkan oleh pemerintah mulai tahun 2008. Sosialisasi dengan bungkus Focus Groups Discusssion melalui kelompok strategis di sekitar lokasi gencar dilakukan sejak tahun 2004.

Krisis energi di Jawa dan Bali, menurut Adi, sebenarnya disebabkan kegagalan pemerintah melakukan efisiensi energi. Pembangunan PLTN justru akan semakin memperberat pemerintah karena energi ini membutuhkan biaya tinggi, yakni sekitar US$ 9 Milliar/1000 MW atau sekitar Rp 76, 5 triliun.

"Darimana dana sebesar itu akan diperoleh?,” kata Adi. Biaya sebesar itu belum termasuk untuk pengeloalaan limbah dan pembongkaran serta penimbunan PLTN tua yang sudah habis masa pakainya.

"Di negara-negara Uni Eropa saja mulai tahun 2020 energi nuklir dihapus, kok kita malah akan membangun PLTN," tegas Adi. Imron Rosyid